Salah satunya dirinya akan menyibukan diri untuk memikirkan sebuah cara bagaimana agar rasa tidak terimanya itu mampu terobati, atau bagaimana caranya untuk menghilangkan kebahagiaan, dan keni'matan yang ada pada diri orang lain, kemauan nya tersebut di dorong oleh rasa ketidak puasan yang tercipta atas kebahagiaan yang di terima oleh orang lain, sehingga mereka tidak akan pernah merasakan kepuasan apabila kebahagiaan itu masih ia pandangi dari orang lain, maka dari itu perlu kita ketahui bahwa manusia yang berhati hasad tidak akan pernah merasakan ketenangan sampai kapanpun, dan sampai kapan pun dirinya akan terus berperilaku jahat dan penuh dendam, tidak akan ada yang bisa meredam setiap keburukan yang ia lakukan selain apa yang menjadi tujuan utama baginya terpenuhi,
Maka dari itu semua, barang siapa yang mendapati sebuah perlakuan yang buruk dari orang-orang ini, akibat dari kita yang mencapai sebuah keberhasilan, ketenangan dan kebahagiaan, yang justru hal itu hal yang paling tidak di senangi oleh orang hasad, pasti kita akan sedikit kesulitan dalam menghadapi semua akal bulus mereka hanya untuk sekedar menghancurkan kehidupan yang kita jalani, lalu untuk apa hal itu mereka lakukan, sampai bersedia menyibukan diri dengan hal yang tidak bermanfaat, dan merugikan dirinya, maupun orang lain. pasti hal yang menjadi tujuannya adalah hanya untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu yang di dasari nafsu syahwat dan amarah yang mereka perturutkan, lalu bagaimana saat kita menjadi sasaran dari maksud buruk mereka,
Mari kita belajar dari berbagai kisah yang di ceritakan dalam Al-qur an, seperti dalam surat yusuf yang mengisahkan Nabi yusuf yang menerima perlakuan buruk dari saudaranya sendiri yang seayah, yaitu ayah beliau adalah nabi ya'kub, dan kedzoliman itu di rencanakan oleh saudara-saudara beliau terhadap nabi yusuf, di sebabkan mereka menyimpan rasa iri dan dengki dalam hati akibat sebuah keutamaan yang di berikan kepada Nabi yusuf karena mendapat kasih sayang yang lebih dari sang ayah, dan dengan hadirnya sebuah mimpi, bahwa nabi yusuf pernah bermimpi di hampiri oleh bulan matahari dan bintang yang bersujud kepadanya, dan setelah mendengar kabar itu, pada akhirnya mereka menyimpan asumsi bahwa nabi yusuf menceritakan mimpi tersebut karena ingin menjadi seorang raja, dan saudara-saudaranya sebagai abidnya atau hamba-hambannya, dan anggapan tersebut adalah yang menciptakan hati hasad dan membuat mereka terkotori dengan kegelapan nafsu amarah, sampai terciptalah sebuah kesepakatan bersama untuk membuang Nabi yusuf kedalam sebuah sumur, dan hal itu mereka lakukan dengan berbagai akal licik, yang di susun dengan rapi, bahkan sempat terpikir di benak mereka untuk membunuh adiknya tersebut, lalu apa yang di lakukan oleh sosok Nabi yusuf, ketika mendapat kedzoliman tersebut, adapun yang menjadi respon Nabi yusuf beliau tidak membalas setiap keburukan yang di berikan oleh saudara-saudaranya, beliau tidak menyimpan dendam terhadap saudara-saudaranya yang telah banyak memberikan perlakuan buruk, kekejian yang di terima di hadapi dengan penuh kesabaran, dan pengharapan kepada tuhannya, meski hati sangatlah hancur dan menderita, karena rasa kecewa yang di berikan bukan oleh sosok orang lain melainkan dari sosok orang-orang yang paling dekat dengan nya dalam segi kekerabatan, dan itulah sebuah kemuliaan yang di berikan Allah kepada Nabi yusuf, beliau mendapat semua kekejian ini adalah sebuah awal dari sebuah kebahagiaan yang akan di berikan kelak di masa mendatang, sebagai sosok Nabi dan Rasul, dan pada saat itu tidak ada yang membantu beliau di saat mendapat berbagai perlakuan tidak manusiawi dari saudara-saudaranya itu, dan yang di perbuat oleh beliau hanyalah berdo'a dan meminta pertolongan kepada Allah yang menguasai segalanya,
Begitupun kisah yang pernah di alami oleh sosok Nabi akhir zaman yang pernah mendapat sebuah perlakuan buruk dari sosok pamannya sendiri yang benci atas beliau, dan pamannya ini menyimpan rasa iri dan dengki kepada beliau, yang pada saat itu Nabi muhammad Saw selalu di fitnah, di caci, dan di kucilkan di kampung halamannya sendiri, yaitu di kucilkan oleh seluruh penduduk makkah, karena mereka ingin menghambat dakwah yang di sampaikan Nabi, sehingga banyak fitnahan yang di lontarkan dan di sebarkan keapada beliau, dengan tuduhan sebagai penyihir, pembohong, dan berbagai tuduhan lainnya. namun apa yang beliau perbuat bukanlah membalas setiap keburukannya dengan sebuah keburukan, tetapi mereka senantiasa beliau do'akan agar mendapatkan hidayah, dan memiliki keturunan orang-orang yang mau beriman kepada Allah, tidak ada sedikitpn keburukan mereka yang beliau balas, dengan ketabahannya dalam menerima setiap cacian dan makian, beliau pada akhirnya memperoleh sebuah kemenangan yang hakiki, dengan begitu banyaknya para penduduk bumi yang beriman kepada beliau dan menjadikan beliau sebagai suri tauladan yang baik,
Dan mungkin kitapun sempat mendapatkan sebuah perlakuan buruk dari mereka yang memiliki hati hasad ini, maka kisah yang telah di catat di atas tadi mudah-mudahan sanggup menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua untuk menjadi bekal pribadi, ketika kelak mendapat sebuah perlakuan buruk dari orang-orang yang berhati hasad, iri, dan dengki.
Dan dari berbagai kisah yang di ceritakan tadi orang-orang yang paling banyak berpotensi menyimpan rasa iri dan dengki adalah mereka yang paling dekat dengan kita dalam segi kekerabatan ataupun dalam hubungan relasi pertemanan, mungkin saja teman sepekerjaan, tetangga rumah, dan orang-orang yang senantiasa bergaul dalam kehidupan kita sehari-hari, maka dari itu ketika hal tersebut telah kita sadari, maka kita harus senantiasa waspada dengan siapa saja yang di anggap manusia paling dekat dengan kita, dan yang lebih tahu tentang keadaan kita, karena rasa iri ini sering menjangkit orang-orang siapapun itu, dan hati hasad ini adalah penyakit yang sangat sulit untuk di obati.

