Kitab Tukhfatul akfal ( Pendahuluan )

PENDAHULUAN

Bismillah Alhamdulillahilladzi anzalal qur'ana a'la a'bdihi tangzilan waqola fihi warottilil qur'ana tartila, wassholatu wassalamu a'la sayyidina muhammadin almunajjali a'laihi nuun walqolami wama yasturun alladzi nawwanat lahu alghozalatu bi shouti rohiimi sami'ahul haadiruna wa a'la alihi wa ashabihi al mumtadiina minhu bitukhfatil amdadi wa a'la atbaihilladziina qosiruu himaamahum a'lattiba'ihi fa faazuu bi kullil muroodi solaatawwasalaman daaimaini mutalazimaini ila yaumittanad wa ba'du.

maka telah meminta kepadaku sebagian pecinta ilmu, untuk memberikan sebuah karangan syarah (penjelasan) yang kecil, yang teringkas dari kitab nadhoman  yang bernama tukhfatul akfal, 
maka saya menjawab permintaan tersebut, dengan sebuah jawaban yang baik. di sertai dengan pengharapan dari Allah, supaya beliau memberikan kesanggupan kepadaku, untuk mengarang, dengan sebaik-baiknya kesanggupan, dan semoga Allah memberi petunjuk dengan karangan tersebut, kepada sekuat-kuatnya jalan, dan aku menjadikan sarah ( penjelasan ) pada kitab asalnya (sumber) yang tercipta oleh syekh Muhammad maihiyyi, semoga Allah memandang kami dan beliau' dengan rahmatnya. dan aku menaruh harapan pada apa yang aku tinggalkan, dari penjelasan ini, kepada beliau ( syekh maihiyyi ), karena sesungguhnya aku telah meringkas dalam kitab penjelasan tersebut, tanpa meninggalkan perincian hukum-hukum. juga berharap dengan demikian, sampainya apa yang menjadi tujuan, dan supaya dapat mengambil manfaat bagi mereka para kaum yang telah ahli dalam keilmuan, maupun bagi mereka yang masih awam, dan aku telah memberi nama kitab ini dengan kitab fathul akfal bi syarhi tuhfatil akfal. dan aku berkata serta mengharap pertolongan kepada Tuhan yang berkuasa, dan yang mendengar lagi maha mengetahui.
Pada lafadz ( bismillahirrohmanirrohim ), yaitu saya menadhomkan setiap perkara yang akan datang dengan mengharap keberkahan dengan lafadz Bismillahirrahmanirrahim. dan aku mengawali dengan lafadz Bismillah dan Alhamdulillah, sebagaimana yang akan datang, karena mengikuti keadaan Kitab yang Agung (Al-qur'an), dan mengamalkan hadits yang telah di turunkan, dan sudah tidak asing lagi perkara yang di bahas dalam lafadz bismillah, dari perkara yang tidak akan memperpanjang kami dengan membahasnya, karena memperingkas, apa yang telah di bahas dalam kitab asalnya.

akan berkata seseorang yang mengharap Rahmat Tuhan yang Maha pengampun *
selamanya syekh sulaiman yang berasal dari negri jamzuri *
segala puji bagi Allah dan beliau bersholawat kepada *
Nabi Muhammad saw, keluarganya, dan orang-orang yang bersanding kepadanya *

penjelasan Nadhom :
akan berbicara seseorang yang mengharapkan kebaikan dari Tuhan yang Maha pengampun, alias yang banyak mengampuni, alias yang menutupi dosa-dosa, maka tidak akan memberi siksaan atas dosa-dosa untuk selamanya, yaitu syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad asal jamzuri, pada kata jamzuri terdapat haraf mim setelah haraf jim sebagaimana yang di sebutkan oleh imam sya'roni dalam tobaqotnya yang termashur dengan nama Apandi..
    Adapun kata Alhamdulillah (bentuk pujian) yaitu pujian yang baik yang tetap, dengan di khususkan kepada Allah, yang tidak ada sekutu baginya, dalam pujian itu, kecuali dalam ranah majaz.  
    dengan rahmat Allah yang maha esa, yang telah meurunkan wahyu kepada utusannya, sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia, dengan ini saya mengawali penulisan sebuah kitab terjemahan yang mengambil sumber referensi sebuah karangan yang di karang oleh syekh sulaiman al jamzuri, yang di beri nama dengan tukhfatul akfal, semoga dengan tulisan ini akan mampu menjadi jembatan dalam mempermudah para pembaca yang budiman dalam memahami ilmu tajwid, yaitu ilmu yang membahas tentang bagaimana membaca Al-qur'an dengan fasih, dan benar.

    Dan sebelum memulai materi dari ilmu tajwid ini, saya memohon untuk para pembaca agar bersedia untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun apabila di dalam penulisan in terdapat beberapa kekeliruan, baik dalam penulisan ataupun dalam penyampaian materi seputar keilmuan di bidangnya.
    sekian sebuah pembukaan dari sang penulis, kami ucapkan terima kasih dan selamat membaca....!


    Dalam pembahasan awal, kita akan membahas seputar pengertian ilmu tajwid, tajwid bisa di artikan kedalam dua arti dan pengertian tajwid menurut bahasa adalah Attahsin yang artinya sekedar membaguskan, sedangkan menurut istilah ulama ahli qiro'at, tajwid adalah ilmun yubhasu fihi 
    

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)