Kitab Kaelani Bahasa Indonesia ( 1 )

 Pendahuluan

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbil a'lamin wassholatu wassalamu a'la sayyidina Muhammadin sayyidil mursalin wa a'la alihi wa shohbihi ajma i'n, amma ba'du

pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan beberapa intisari yang di hasilkan dari sebuah karangan yang di beri nama kitab Kailani, yang mana kitab ini berisi tentang pembahasan ilmu shorof, ilmu shorof ini merupakan ilmu yang menerangkan tentang tata cara membaca sebuah kalimat-kalimat bahasa arab, berbeda dari kitab nahwu yang membahas seputar pembacaan unjung kalimat kitab ini membahas tentang pembacaan tengah kalimat, 

Matan Kitab : i'lam anna tashrifa fhillughoti attaghyiru wa fhissona a'ti tahwilul ashli al wahidi ila amtsilati mukhtalifhatin li maa'ni amqsudatin la tahsulu illa biha,

penjelasan matan : pada awal perkataan pengarang kitab di sini akan memberitahukan kepada kita yang bersedia dalam mengkaji kitab kailani ini dengan apa yang di maksud dengan tashrif, tashrif ini apabila di ma'nai atau di artikan ada dua ma'na, yaitu arti menurut bahasa dan arti menurut istilah, yang di sebut tashrif menurut bahasa yaitu attaghyiru yang artinya berubah, sebgaimana tercantum di dalam Al-qur'an wa tashrifurriyah, berubahnya angin, maka dalam bahasa tashrif ini berarti sebuah perubahan, sedangkan menurut istilah ulama ahli shorof yang di namakan dengan tashrif adalah berpindahnya suatu asal segat pada berbagai contoh yang berbeda-beda, karena tujuan berbagai arti yang berbeda-beda. yang mana tidak akan di hasilkan arti tersebut selain dengan pemindahan tersebut, dan yang di maksud dengan asal sighot di sini yaitu terdapat dua perbedaan pendapat, jika menurut ulama kuffah yang di sebut sighot asal adalah kalimat fi'il madhi, seperti pada kata dhoroba, dan menurut pendapat ulama bashroh yang di sebut asal sighot adalah kalimat mashdar seperti pada kata dhorban, 
   
dan yang di sebut perubahan ini seperti perubahan dari sighot mashdar menjadi sighot fi'il madhi, fi'il mudhori, isim fa'il, isim mafu'l dan fi'il amar, dan sighhot lainnya, dan dengan perubahan tersebut, akan di hasilkan arti-arti yang berubah-ubah, seperti dari kata dhorban ( pukulan ) ke lafadz dhoroba ( sudah memukul ), ke lafadz yadhribu ( sedang/akan memukul ), ke lafadz dhoribun ( yang memukul ), ke lafadz madhrubun ( yang di pukul ), semua itu merupakan tujuan dari sebuah tashrif,

Matan Kitab : tsumma fi'lu imma tsulasiyu wa imma rubai'yu wa imma mujarrodu waimma mazidu fihi, 

penjelasan matan : dan setelah menerangkan seputar pengertian tashrif disini akan di lanjutkan dengan pembahsan fi'il, yang mana fi'il ini ada yang di namakan fi'il tulatsi dan fi'il ruba'i, dan dari kedua bagian tersebut ada yang di namakan mujarrod dan mazid, 

Matan kitab : wa imma saalimu wa imma ghoiru salimi, wa na'ni bissaalimi ma salimat hurufuhu min hurufil i'llati wattadh i'fi, wal hamzati 

Arti matan ; dan ada yang selemat dan yang tidak selamat, dan yang aku maksud selamat di sini adalah fi i;l yang selamat dari huruf-huruf i'lat, dan dari hamzah, dan tadh i'f 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)