PENDAHULUAN
Bismillah alhamdulillah nahmaduhu wanastai'nuhu wa nastaghfiruh wanau'dzubillahi ming sururi angfusina wa ming sayyiati a'malina mayyahdihillahu fala mudillalah wamayyudhlilhu fala hadiyalah, asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna sayyidana muhammadan a'bduhu warosuluh amma ba'du
Puja dan puji syukur mari kita panjatkan kepada Allah tuhan semesta alam, atas berkat rahmat dan maghfirohnya kita semua masih di beri kesehatan dan kemampuan untuk senantiasa menjalankan kewajiban dalam menuntut ilmu agama.
Sholawat beserta salam semoga tetap tercurah terlimpahkan kepada baginda semesta alam, ya'ni Nabi besar Muhammad saw, beserta kepada para Shohabatnya, Tabi'in dan Tabi'atnya dan juga kepada kita selaku umatnya.
Pada awal pembahasan ilmu nahwu menurut kitab yang di karang oleh syekh shon haji, beliau mengawali pembahasannya dengan membahas terlebih dahulu seputar mabadi ilmu nahwu yang berjumlah sepuluh, dan semuanya akan di bahas satu persatu di bawah ini :
A. Mabadhi ilmu nahwu
- Hadduhu ( pengertian ilmu nahwu), ilmu nahwu mempunyai pengertian "ilmun yubhasu fihi ahwalu awakhiril kalimatil a'robiyyati i'roban wabinaan". yang artinya ilmu yang membahas tentang keadaan kalimat-kalimat bahasa arab ketika di i'robkan dan di mabnikannya.
- Mauduu'hu ( di peruntukannya ilmu ) ilmu nahwu adalah "kalimatul a'robiyyati min haitsul bahtsi a'n ahwaliha", yang artinya di gunakan untuk kalimat bahasa arab, dalam membahas keadaannya.
- Tsamrotuhu ( buahnya ) atau dalam kata lain hasil dari mempelajari ilmu nahwu adalah "sounul lisani a'nilkhoto i wal istianati a'la fahmi kalamillahi wakalami rosulillahi" yang artinya adalah menjaga lidah dari kesalahan dalam berbicara, dan menjadi pembantu dalam memahami isi kandungan Al-qur'an dan Hadits.
- Fadhluhu ( keunggulannya ) keutamaan atau keunggulan ilmu nahwu adalah "fauqonuhu a'la sairil u'lumi binnisbati wal i'tibari" yang artinya mengungguli seluruh ilmu dalam hubungan dan dalam pandangannya.
- Nisbatuhu ( hubungan ) hubungan ilmu nahwu dengan yang lainnya adalah "attabayyun" yang artinya berlainan
- Wadiu'hu ( pengarang ) yang telah mengarang ilmu nahwu ini adalah sosok ulama yang bernama syekh Abul aswad Adduali, atas sebuah perintah dari sayyidina Ali karromallahu wajhah,
- Ismuhu ( namanya ) nama ilmu ini adalah ilmu Nahwu atau ilmu tata bahasa arab
- Istimdaduhu ( sumber ) sumber penciptaan ilmu nahwu adalah "kalimatul a'robiyyati al fushoha i", yang artinya kalimat-kalimat bahasa arab yang fasihat.
- Hukmuhu ( hukumnya ) hukum dalam mempelajari ilmu nahwu ini ada dua, yaitu ada yang di hukumi dengan fardhu kifayah yaitu bagi seluruh ahli kampung, dan ada yang di hukumi fardhu ain, yaitu bagi mereka yang akan mengkaji dan menafsirkan Al-qur'an dan Hadits.
- Masailuhu ( masalahnya ) masalah yang di bahas oleh ilmu nahwu adalah Qoi'dah-qoi'dah seperti Al fa i'lu huwal ismul marfu u' al madzkuru koblahu fi'luhu yang artinya fa i'l adalah isim yang di rofa'kan yang di sebut sebelumnya fi i'lnya,
Lanjut ke Halaman 2
