pendahuluan
Alhamdulillahiladzi wafako man sya a, min i'badihi li ada i, afdholitto'ati, waktisaba akmalassa'adati waasyhadu alla ilaha illallohu almuttashifu bijami'il kamalati, wa ashadu anna sayyidana muhammadan a'bduhu warosuluhu afdholil makhlukoti, sholallohu wa a'la alihi wa ashabihi al anjuminniroti, sholatawwasalaman daimaini ma damatil ardu wassamawati, amma ba'du.
Dalam kitab ini yang merupakan hasil karangan seorang ulama yang bernama Syekh Abu a'bdil mu'ti Muhammad Nawawi bin Umar asal jawa, yang bermadzhab Syafi'i, dari kota Banten terlahir di kampung Tanara, semoga Allah merohmati beliau, kitab ini yang di beri nama Safinatunnaja menerangkan tentang ilmu usuluddin, dan ilmu fiqih, yang di karang oleh Syekh Salim bin Samir, dari kampung Hadromi, bangsa Betawi, semoga Allah menerangi beliau di alam kuburnya, kitab ini yang akan menyempurnakan seluruh masalah-masalah dalam karangan tersebut, dan memutus kesulitan dalam memahaminya, juga merinci penerangannya, dan aku telah mengarang kitab ini untuk di jadikan pengingat untuk diri sendiri. dan kepada seluruh pihak yang sederajat dengan beliau, dan aku telah memberi nama kitab ini dengan nama Kasyifatussaja fi syarhi Kasyifatussaja, dan aku menyajikan setiap terjemahan dengan menghadirkan fasal, dan selainnya adalah mengikuti keadan Al-quran yang di isi oleh terjemahan yang di pisah-pisah oleh surat-surat, demikian itu karena agar mampu lebih memompa semangat untuk membaca, dan menghasilkan sebuah pemahaman, dan aku mencantumkan di dalamnya fasal yang membahas puasa, Insha Allah ta'ala akan lebih memberi manfaat bagi orang-orang yang awam, atas pertolongan Allah yang merajai seluruh alam. dan aku menjadikannya keadaannya seperti matan dan penjelasannya, dalam kesinambungan, agar ada keserasian pada bentuk cabang dan asalnya, karena sesungguhnya syarat dalam berasosiasi adalah saling menyamai, dan aku memohon kepada Allah yang maha suci dan maha berkah dan maha luhur, agar beliau menolong kami dalam menyempurnakannya, dan memudahkan seluruh sebab dalam pembukaan dan penyempurnaannya. dan tidak menyibukanku dalam mengarang kitab ini selain mengharap do'a dari orang-orang sholeh, yang mengambil manfaat dari kitab ini, dari satu masalah pembahasannya, maka akan kembali manfaatnya kepadaku sampai ke alam kubur, sebagaimana dalam hadits di terangkan, jika mati seorang keturunan Adam, maka akan terputus seluruh amalnya, kecuali 3 perkara, yaitu shodaqoh jariyyah, ilmu yang di ambil manfaat, dan do'a anak yang sholeh, dan aku ini meskipun bukan sebagian dari ahli sebagaimana tercantum dalam hadits, tetapi aku bermaksud menyerupai laki-laki yang semacam itu, agar kelak mendapatkan sebuah kebahagiaan dengan aku dapat membersamai mereka, sebagaimana di bahas dalam hadits, barang siapa yang menyerupai sebuah kaum, maka dirinya termasuk kaum tersebut. dan aku bermaksud menyelam dalam kecintaan mereka, supaya aku di kumpulkan bersama mereka, karena ada sebuah hadits yang di riwayatkan oleh imam Bukhori, menerangkan bahwa, akan di kumpulkan seseorang itu bersama dengan mereka yang ia cintai, dan di harapkan bagi mereka yang menemukan kesalahan agar bersedia mengoreksinya setelah selesai menelaah, dan aku memohon kepada Allah agar mengganti keadaanku pada sebaik-baiknya keadaan, dan semoga Allah menjadikan kami sebagian dari orang-orang yang di datangi oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan darinya, bukan karena sebuah harta benda dunia yang fana, dan semoga Allah menyenangkanku dengan menyaksikan Wajah Allah yang mulia kelak di tempat yang abadi, Mushonif telah berkata : Bismillahirrohmanirrohim, yaitu dengan seluruh nama dari berbagai nama dzat yang luhur, yang di sifati dengan kesempurnaan seluruh perbuatan, atau dengan maksud pembacaan bismillah ini, aku mengarang sambil mengalap keberkahan, dan memohon pertolongan, dan telah menafsirkan akan hal itu guru kita yang bernama ahmad dimyati, dalam kitab hasiyah, dalam ilmu fiqih, pengarang mengawali kitabnya dengan Bismillah karena mengikuti kitab yang agung ( Al-qur an ) dalam permulaannya dengan lafadz bismillah yaitu yang tertulis di atas lauhul mahfudz
