Pendahuluan
Alhamdulillahi almunazzahi a'n sifatil hudusi, wal alwani wal kaifiyyati, wa asyhadu alla ilaha illallahu alghoniyyi a'ngkulli ma siwaahu walmuftakiri ilaihi kullu syai in fi saairil aukot, wa asyhadu anna sayyidana muhammadan sayyidil makhluukot, wassolatu wassalamu ala rosulillahi shohibil haudi wasyafa'ati, wa a'la alihil mufadhilina a'la sa iril umam, wa ashabihil faa izina bi anwai'lkhoiroti wannia'm { amma ba'du }.
Ini adalah sebuah syarah kitab{ penjelasan kitab } yang akan membahas seputar ilmu tauhid, adapun pengearang kitab yang di beri nama tijan daruri ini adalah seorang ulama besar yang bernama syekh Ibrohim bin Muhammad al-bajuri, beliau menuangkan hasil pemikirannya demi memenuhi sebuah permintaan dari para sahabatnya yang ingin di beri penjelasan seputar ilmu tauhid yang di ringkas, maka di sinilah beliau mengawali penulisan kitabnya, Dan merupakan salah satu ungkapan beliau dengan adanya karangan ini, beliau berharap kitab ini bermanfaat, dan keberkahan dari syekh bajuri di kembalikan kepada sosok penyarah { yang menjelaskan } dan kepada seluruh pembaca, dan pendengar isi kitabnya.
Matan kitab : Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillahi robbil a'lamin washolatu wassalamu a'la Rosulillahi shollallohu a'laihi wasallam { wa ba'du }
Syarah kitab : { Bismilahirrohmanirrohim } maka nama Allah ini adalah lafadz yang menunjukan pada sosok dzat yang mengumpulkan sifat-sifat ketuhanan, dan kata Rohman adalah memiliki arti banyaknya mengasihi seluruh hamba-hambanya, dengan menutupi seluruh kebutuhan, dan kesalahan-kesalahnnya di dunia. dan kata Rohim berarti yang banyak mengasihi seluruh hamba-hambanya, dengan ampunan ketika di akhirat kelak. maka sebuah kepatutan bagi seorang hamba yaitu dirinya melihat kepada Allah atas segala kuasanya, dan pada sifat Rohmannya pada ni'matnya yang telah di berikan, dan kepada sifat Rohimnya dengan penjagaannya dari dosa-dosa, dan pengampunannya. { Alhamdulillahirobbil a'lamin } yaitu yang merajai seluruh langit dan bumi, dan yang di sembah oleh setiap perkara yang ada di langit dan bumi. { Wassholatu wassalamu a'la Rosulillahi Shollallohu a'laihi wa sallam } dan kata Rosululloh pada lafadz tersebut yang di maksud adalah junjunan kita ya'ni Nabi Muhammad saw, maka sesungguhnya kata Rosululloh itu di jadikan nama yang lumrah, pada dzat yang mulia ini. { wa ba'du }yaitu setelah membaca Basmalah, hamdalah, sholawat, kepada Rosululloh.
Matan kitab : Fayakulul fakiiru ila rohmati robbihi Al-khobiri Al-bashiri ibrohimul bajuriyyu dzuttaqsiri tolaba minni ba'dhul ikhwani an ashlahallohu li wa lahum alhala wa sya na an aktuba lahu risalatan latifatan tasytamilu a'la sifatil maula wa adhdadiha wa ma yajuzu fi haqqi ta a'la wa a'la ma yajibu fi haqqirrusuli wa yastahilu fi haqqihim wa ma yajuzu
Syarah kitab : { fayakulul faqiiru ila rohmati robbihi alkhobiri } yaitu dia yang mengetahui akan segala yang tak terlihat dari setiap perkara, { Al-bashiri } yaitu yang melihat apa yang ada di bawah bumi dan yang menyaksikan akan segala hal yang terlihat dalam keberadaannya. { ibrohim } putra dari muhammad { albajuriyu } adalah sebuah nama kebangsaan dari negri bajuri sebuah kota di negara mesir { dzuttaqsiri } yaitu beliau seorang Syekh, ulama, di negri azhari, semoga Allah menyirami kuburnya dengan rohmat dan keridhoannya, { tholaba minni ba'dhul ikhwani an ashlahallohu li walahum al hala wasya na an aktuba lahu risalatan }yaitu kitab yang kecil { latifatan } yaitu yang bagus, maka pada kata tadi dzomir yang pertama yaitu pada kata lahum, kembali kepada mudhof ilaih yaitu kata ikhwan, dan dzomir yang kedua yaitu kata lahu, kepada mudhof, yaitu kata ba'dhu, dan alasan Mushonif (pengarang) dalam menjama'kan dzomir pertama adalah supaya menyeluruhnya do;a yang di panjatkan, dan begitupun dzomir yang kedua, yang kembali pada mudhof, tetapi jika keadaan mudhof ini menyeluruh dari sebagian, maka dzomir itu kembali pada mudhof ilaih, yaitu kata ikhwan, dan alasan dzomir yang kedua ini di mufrodkan karena untuk mengkhususkan do'a.{ Tasytamilu } yaitu risalah { A'la sifatil maula } yaitu sifat yang pasti, dan yang mencopot pada sesuatu yang tidak layak bagi Allah { wa adhdadiha } yaitu yang meniadakan sifat-sifat tuhan tadi{ wa ma yajuzu fi hakkihi ta'la wa a'la ma yajibu fi haqqirrusuli wa ma yastahilu fi haqqihim wa ma yajuzu} dan yang di maksud dengan wajib di sini adalah hal yang tidak mungkin ketiadaannya, dan yang wajib itu seperti dzat Allah ta a'la sendiri, dan seperti butuhnya sebuah benda yaitu seperti tidak menerimanya benda pada sebuah takaran yang di ambil, dari kekosongan, alias kamu mencegah orang lain untuk diam dalam tempatmu, atau di sifatinya sebuah perkara antara diam dan bergerak, dan yang di maksud dengan mustahil ini adalah sesuatu yang tidak mungkin adanya, seperti sekutu bagi Allah, dan tidak di sifatinya sesuatu dengan diam atau bergerak, dalam waktu yang bersamaan, dan yang di katakan ja iz di sini adalah sesuatu yang mungkin adanya dan mungkin ketiadaannya, seperti di siksanya seorang hamba yang taat, dan tidak pernah berma'siyat kepada Allah swt sama sekali, dan seperti di sifatinya sebuah benda dengan diam dan bergerak, { fa ajabtuhu } yaitu kepada sebagian saudara-saudara { ila dzalika } yaitu pada penulisan risalah { faqultu wa billahittaufiku } yaitu yang menciptakan ketaa'tan
Selanjutnya
