Kitab jazariyyah Bahasa indonesia 1

 Pendahuluan

Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahilladzi anjala a'la a'bdihi sayyidina muhammadin qur'anal adzim hudallilmuttaqin wassholatu wassalamu a'la sayyidina muhammadin sayyidil mursalin wa a'la alihi washohbihi ajmai'n amma ba'du 

    pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan sebuah terjemahan matan kitab hasil karangan sosok ulama yang bernama Muhammad ibnu al jazary, yang di beri nama kitab jazariyyah yang isinya membahas tentang ilmu tajwid, semoga dengan adanya tulisan ini akan membantu para penuntut ilmu dalam memahami setiap pembahasan seputar ilmu tajwid

Bismillahirrohmanirrohim

yakul roji a'fwi robbi saami'i * muhammadubnu jazariyyi syafi'i
alhamdulillahi washolallohu * a'la nabiyyihi wamusthofahu

Arti nadhom : 

akan berkata seseorang yang mengharap * muhammad jazari madhabnya syafi'i
segala puji bagi Allah dan sholawatnya * tercurah kepada nabi yang terpilih

penjelasan nadhom : pada kata yakulu di sana, merupakan bentuk kalimat fi'il mudhori yang di rofa'kan oleh tajarrud, ( tidak kedatangan amil nawasib dan amil jawazim ) dan yang menjadi fai'l dari kata yakulu yaitu lafadz setelahnya yaitu kata roji ( yang mengharap ) dan kata roji ini merupakan kalimat isim fai'l yang di ambil dari kata roja yang berarti mengharapkan sesuatu yang pasti di dapatkan, dan kata a'fwa kata asalny adalah sofaha ( ) dan tidak adanya penghukuman, dan kata robbi merupakan kata yang mempunyai banyak makna dan sering kali di gunakan dengan arti tuan, sang pemilik, yang merapihkan, yang mengurus, dan ketika di itlak maka yang di maksudkan adalah Allah Swt, dan tidak di pakai pada selain itu melainkan harus memiliki kaid. seperti pada kata robbiddar ( pemilik rumah ), dan contoh-contoh lainnya, dan pada kata saami' di sana memiliki arti yang mendengar, dan kata muhammad adalah nama dari sosok yang mengarang nadhom ini, semoga Allah merahmati beliau, dan kata jazari di sana adalah nama sebuah kot di daerah ibnu umar, negara masyriq, dan kata syafi i' nama madhab seorang imam yang agung bernama muhammad bin idris, bangsa assafi i', semoga allah meridhoi beliau

Alhamdu adalah pujian dengan lidah, karena ingin mengagungkan baik itu berkaitan dengan perolehan keni'matan, ataupun yang lainnya, dan yang di namakan assyukru adalah perbuatan yang timbul dari pengagungan sosok pemberi ni';mat, sebab pemberian nya, baik pujian itu keluar dari lisan ataupun dalam hati, atau dengan anggota tubuh, dan tidak ada bentuk syukur ini, melainkan karena adanya sebuah keni'matan yang di terima,  dari penjelasan tersebut, timbul sebuah hubungan umum khusus min wajhin, dalam kata lain semua pujian pasti bentuk syukur, dan tidak semua syukur adalah sebuah pujian. dan pada kata Allah yaitu sebuah nama dzat yang wajib adanya, yang menerima hak bagi seluruh pujian, karena itulah kata Alhamdu itu di idhofatkan pada lafadz Allah, dan kata sholla dalam nadzom bisa di ma'nai dengan do'a kebaikan, dalam arti bahasa, sedangkan menurut istilah hukum syar i' jika datangnya dari Allah, maka di artikan dengan rahmat, dan jika dari malaikat maka di artikan dengan istighfar ( meminta ampunan ), dan jika datangnya dari manusia maka di artikan dengan kerendahan diri, atau permohonan, dan pada kata nabiyyihi, kata nabi tanpa ada haraf hamzah di ambil dari kata nubuwwah ( keluhuran ) dan ketika menggunakan hamzah di ambil dari kata naba a, ( berita ), dan dialah Nabi Saw yang memiliki sifat keluhuran disisi Allah, dalam arti kata yang pertama, dan yang memberitakan, dalam arti kata yang kedua, sedangkan kata mushtofa berarti yang terpilih

Lanjut ke Halaman 2  

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)