pendahuluan
Bismillah Alhamdulillah wassholatu wassalamu a'la rosulillah wa'ala a'lihi washohbihi waman tabi'a hudah, Ashadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah wa ashadu anna sayyidana muhammadan a'bduhu warosuluhu la nabiyya ba'dah
Dengan membaca basmalah alhamdulillah, sholawat serta salam kepada baginda alam, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan sedikit menuliskan sebuah catatan seputar pembahasan ilmu nahwu, yang mana ilmu nahwu ini merupakan sebuah dasar dalam keilmuan yang membahas tentang tata cara membaca kalimat bahasa Arab,
Adapun sumber yang di jadikan reperensi dalam pembahasan ilmu nahwu ini, adalah sebuah karya ilmiyyah ulama mutakoddimin, atau ulama terdahulu yang bernama syekh Abdullah bin imam Alfadhil pengarang kitab yang di beri nama A'smawi, kitab tersebut beliau karang untuk memberikan sebuah penjelasan yang lebih luas tentang pemahaman yang sudah tertulis di dalam kitab karangan ulama bernama syekh shon haji, alias pengarang kitab Ajjurumiyah, atau matan mukhtasor jiddan,
Dan untuk mempersingkat kata-kata, pada kali ini saya akan memulai pembahasan dengan pendahuluan atau mabadi ilmu nahwu, sebagai mana yang telah di tuturkan oleh para ulama bahwa"sangat perlu bagi seseorang yang akan mengkaji sebuah cabang ilmu, dirinya harus mengetahui terlebihb dahulu apa sajakah mabadi ilmu yang berjumlah sepuluh itu, ( pengertian ilmu, di peruntukannya ilmu, hasil kajian ilmu, keutamaan ilmu, hubungan ilmu, pengarang ilmu, nama ilmu, sumber ilmu, hukum ilmu, masalah pembahasan ilmu,)
Itulah sepuluh mabadi ilmu yang insya Allah kesemuanya akan di bahas di sini, sebagai awal pembahasan mari kita bahas satu persatunya, sebagai berikut :
- Pengertian ilmu nahwu : ilmu Nahwu adalah ilmu yang membahas seputar keadaan ujung kalimat-kalimat bahasa arab, ketika di i'robi dan di mabnikannya
- Di peruntukannya ilmu nahwu : di peruntukannya atau kegunaan ilmu Nahwu adalah kalimah bahasa arab, yaitu tentang pembahasan seluruh kalimat bahasa Arab
- Tujuan ilmu Nahwu : menjaga lidah dari kesalahan saat berbicara, dan menjadi pertolongan dalam memahami arti dari al-qur'an dan hadits
- Keutamaan ilmu Nahwu : keutamaan ilmu Nahwu adalah ilmu ini mengungguli ilmu-ilmu yang lainnya, sebab ia berhubungan langsung dengan Al-qur'an dan Hadits, keterangan ini juga mendasar pada sebuah keterangan ulama yang mengatakan bahwa :"ilmu shorof adalah ibu dari seluruh ilmu, dan ilmu nahwu sebagai bapaknya."
- Hubungan ilmu Nahwu : adapun hubungan ilmu Nahwu dengan yang bukan ilmu Nahwu adalah tabayyun (berlainan), alias ilmu nahwu bukanlah ilmu luar nahwu, dan selain ilmu nahwu juga bukan ilmu nahwu,
- Pengarang ilmu Nahwu : pengarang ilmu Nahwu adalah seorang ulama yang bernama syekh Abul aswad Adduali, berdasarkan sebuah perintah dari sayyidina Ali karromallahu wajhah
- Nama ilmu ini : yaitu ilmu Nahwu dan ilmu tata bahasa Arab
- sumber ilmu Nahwu : yaitu kalimat-kalimat bahasa arab yang fasihat, dan syair-syair arab
- hukum mengkaji ilmu Nahwu : hukum mengkaji ilmu Nahwu ini adalah fardu kifayah bagi ahli suatu kampung, atau suatu wilayah, dan fardu a'in bagi seseorang yang ingin mengkaji Al-qur'an dan Hadits.
- Masalah yang di bahas dalam ilmu Nahwu : masalah yang di bahas oleh ilmu ini yaitu kodiah-kodiah seperti, "fa'il adalah isim yang di rofa'kan yang di sebut sebelumnya fiilnya", atau "mubtada adalah kalimah isim yang di rofa'kan, yang di jauhkan dari amil lafdi"
Pembahasan lafadz Basmallah
- Sebagai contoh pertama yaitu, membuat Mutaa'llaq dari kalimah isim khos dan Mukoddam seperti lafadz : ta lifi bismillahirrahmanirrahim
- contoh kedua membuat mutaa'llaq dari kalimah isim a'm dan mukoddam seperti lafadz : ibtida i bismillahirrahmanirrahim
- contoh ketiga membuat muta a'llaq dari kalimah fii'l khos dan Mukoddam seperti lafadz : u allifu bismillahirrahmanirrahim,
- contoh keempat membuat muta a'llaq dari kalimah fii'l a'm dan Mukoddam seperti lafdz : abtadiu bismillahirrahmanirrahim
- contoh kelima membuat muta'allaq dari kalimah isim khos dan Muakhor seperti lafadz : bismillahirrahmanirrahim ta lifi
- contoh ke enam membuat muta a'laq dari kalimah isim a'm dan Muakhor seperti lafadz : bismillahirrahmanirrahim ibtida i
- contoh ke tujuh membuat muta'allaq dari kalimah fii'l khos dan Muakhor seperti lafadz: bismillahirrahmanirrahim u allifu
- contoh ke delapan membuat muta a'llaq dari kalimah fii'l a'm dan Muakhor seperti lafadz : bismillahirrahmanirrahim abtadi u
