Kitab Safinatunnaja Bahasa indonesia 2

 Atau setelah di kumpulkannya Al-qur an dan di susunnya di dalam mushaf, dan apa yang telah di riwayatkan, bahwa yang paling pertama di tulis oleh qolam adalah ana tawwabu wa ana atubu a'la man taba artinya aku yang banyak bertaubat, dan aku akan menerima taubat terhadap orang yang mau bertaubat, lafadz ini tertulis di dinding arasy, dan alasan yang kedua yaitu patuh terhadap perintah Nabi dalam ucapannya, sesungguhnya yang pertama di tulis oleh qolam yaitu lafadz bismillahirrohmanirrohim, dan jika kalian menulis sebuah kitab maka tilislah lafadz bismillah di dalam awalannya, lafadz bismillah itu pembuka dari seluruh kitab yang telah di turunkan, ketika lafadz bismillah itu di turunkan kepada malaikat jibril, maka malaikat jibril mengulanginya sebanyak tiga kali, dan jibril berkata : dia untukmu (muhammad), dan untuk umatmu, maka perintahkan kepada mereka, jangan meninggalkannya (bismillah) pada suatu apapun, dari setiap perkara mereka, maka sesungguhnya aku tidak meninggalkannya, sedetikpun, semenjak di turunkannya, kepada bapakmu yaitu Nabi Adam As, dan begitupun terhadap malaikat, dan dalam salah satu riwayat menyebutkan, jika kalian menulis sebuah kitab, maka tulislah pada permulaannya lafadz bismillahirrohmanirrohim, dan jika kalian menuliskannya maka bacalah pula, dan di riwayatkan pula oleh Rasulullah, sesungguhnya Rasululloh telah berkata, berprilakulah kalian dengan perilaku Allah, dan tidak di ragukan bahwa kebiasaan Allah, dalam mengawali seluruh surat yaitu mendatangkan lafadz Bismillah, selain dari pada surat baro ah, maka kita semua di perintah dengan hal itu, dan alasan ketiga mengamalkan sebuah hadits abi daud, dan yang lainnya, kullu amrin dzi baalin laa yubda u bihi bibismillahirrahmanirrahim fahuwa abtar au akhto au ajdam. seluruh perkara yang bernilai baik yang tidak di awali dengan bismillah maka perkara itu bagaikan domba yang tak berekor, atau yang tidak memiliki tangan, atau yang buntung tangannya, dan dalam kata balu dalam hadits itu, bisa di artikan dengan kemuliaan, keagungan, atau keadaan yang di pandang penting menurut hukum syari,at, dan arti penting di sini, menyuruhnya, dan kebolehannya, yaitu yang tidak di hukumi dengan haram dalam dzatnya, juga tidak di makruhkan dalam dzatnya, tetapi tidak di anjurkan membaca Bismillah dalam hal yang di hinakan, seperti menyapu sampah, dan juga tidak di anjurkan sebagai dzikir yang murni, seperti layaknya dzikir lafadz laa ilaaha illalloh, 

Dan telah berkata syekh a'miroh, dan yang di katakan albaalu juga di artikan dengan hati, seperti karena kemuliaannya suatu pekara, dan keagungannya, maka menguasai hati orang yang melakukannya karena menyibukannya pada perbuatan tersebut, dan pada kata fhihi, di sana fhi sababiyyah, karena di kiyaskan, atau di samakan pada sebuah hadits yang berbunyi : masuk seorang wanita ke dalam neraka di sebabkan seekor kucing, yaitu sebab kucing yang ia kurung, wanita dalam hadits itu adalah golongan kaum bani israil,  dan kata abtar atas di di ma'nai dengan yang terpotong ekornya, dan kata akto' di artikan yang buntung tangannya atau salah satunya,  dan kata ajdam di artikan dengan yang terpotong tangannya,  dan dalam sebagian ulama mengartikan yang hilang jari jemarinya, dan telah berkata imam barowi, Ajdam adalah nama penyakit yang sudah di ketahui, kata-kata tersebut merupakan bentuk tasbih baligh, dan ma'na hadits tersebut adalah setiap perkara yang mempunyai nilai kemuliaan, dan keagungan, atau seluruh perkara yang di anjurkan dan di perbolehkan, atau seluruh perkara yang memikat hati, yang tidak di awali oleh sebab perkara itu, dengan pembacaan bismillahahirrohmanirrohim, maka perkara itu seperti hewan yang buntung ekornya, atau seperti orang yang buntung tangannya atau seperti orang yang hilang jari jemarinya, atau seperti orang yang mengidap penyakit jadam, dalam segi kekurangannya, dan aibnya, menurut syara', meskipun sempurna indranya. dan telah berdeda pendapat para ulama dalam lafadz Bismillah ini, apakah dia termasuk ayat dari surat Al-fatihah, dan dari seluruh surat?, maka menurut imam Malik : dia tidak termasuk dalam ayat fatihah, dan bukan pula salah satu ayat dari surat yang lainnya, dan menurut syekh a'bdulloh ibnu al mubarok sesungguhnya basmallah itu sebagian dari seluruh ayat qur an, dan menurut imam syafi'i, basmallah adalah sebagian dari ayat fatihah, dan ragu-ragu dalam surat yang lainnya, dan tidak ada perbedaan ulama dalam lafadz bismillah sebagai sebagian dari surat annaml. 


Sebelumnya - Lanjut ke halaman 3

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)