Tidak hanya itu saja tujuan dalam menjalin kekerabatan, dalam sebuah ajaran islam ada yang mengajarkan agar kita senantiasa menjaga silaturahmi, atau hubungan kekerabatan dengan cara saling berkunjung, bertegur sapa, saling mengabari dan lain sebagainya, dan tentu dalam menjalin hubungan tersebut akan sering kali kita dapati bahwa setiap aktivitas akan sangat berpotensi untuk melakukan sebuah kesalahan dan terjerumus kedalam kema'siyatan, dan kema'siyatan itu kita perhatikan di lakukan oleh para kerabat kita, baik oleh adik, kaka, paman, bibi, ibu, ayah, kakek, nenek, anak, istri, sepupu, dan bahkan kerabat jauh sekalipun. lalu bagi kita yang memang beragama islam dan terlahir sebagai muslim, tentu sudah sepatutnya kita untuk senantiasa saling mengingatkan satu sama lain, saling menasehati dan mengarahkan pada kebenaran, dan jika kita membiarkan hal itu terjadi dan di perbuat oleh sosok kerabat kita, maka perlu kita untuk mencegah perbuatan ma'siyat itu agar tidak terulang kembali, karena kita sendiri akan mendapat dampak dan pengaruh negatif dari perbuatan ma'siyat yang di lakukan oleh orang lain, sebagaimana di ajarkan dalam syaria't islam orang yang tidak menaruh rasa cemburu ketika melihat saudaranya berma'siyat, dan malah membiarkan hal itu terjadi, maka dirinya akan sangat merugi karena di ancam tidak akan pernah mencium harumnya syurga, dan orang tersebut di namai dengan julukan dayus.
Padahal di zaman sekarang ini, telah banyak sekali manusia, khususnya generasi muda atau ABG yang terlarut dalam pergaulan bebas, dan sering keluyuran kesana kemari hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan syahwat, dengan trend berpacaran, pergi ke kafe, ke sebuah hiburan malam, bersama dengan teman-teman, di malam hari dan hal itu sudah di anggap wajar oleh kedua orang tuanya, dan oleh sanak saudaranya, naudzubillahimin dzalik, maka sudah pasti jika kita dapati hal itu ada di sekitar kita sudah pasti ancaman neraka adalah hal yang tidak akan bisa di hindari, dan mereka termasuk kedalam golongan dayus.

