Di saat pikiran negatif menguasai inilah yang akan dapat berpengaruh pada ucapan yang kita keluarkan lewat lidah kita, hanya sedikit orang yang mampu menjaga lidahnya dari setiap ucapan buruk yang terlahir dari pikiran buruk ini, karena adanya dorongan hawa nafsu yang telah mempengaruhi ucapannya tersebut, dan dosa yang dapat di timbulkan dari lidah ini seperti pada saat kita mencaci orang lain, memaki, menyinggung, membicarakan keburukan orang lain, berbohong, dan mengadu domba, bahkan sengaja mengeluarkan ucapan karena ingin di tertawakan, dan hal-hal tersebut telah di larang oleh sang Rasul, karena perbuatan semacam itu hanya akan menciptakan sebuah permusuhan, dan ketidak harmonisan dalam hidup bermasyarakat, dan bertetangga dan sanggup memecah belah umat.
Maka bagi kita yang cinta dengan sebuah keutuhan dan keharmonisan dalam hubungan sosial, hendaknya kita senantiasa menjaga lidah ini dengan penuh kesadaran, sebab kita terkadang selalu tidak sadar bahwa ucapan yang keluar dari mulut adalah sesuatu yang di larang dan menimbulkan dosa yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di akhirat.
Yaitu jika kita tidak ingin lidah kita mengucapkan hal-hal yang di haromkan dengan menjaga mulut dengan memperbanyak berdzikir, membaca qur an, sholawat, apabila tidak maka perbanyaklah berdiam diri, dan kurangi pergaulan dengan mereka yang gemar dalam obrolan-obrolan yang tidak ada manfaatnya,

