Memahami berbagai potensi dalam diri

Nurul Huda Media
0
    Seseorang di lahirkan dengan potensinya masing-masing, tidak terbatas oleh apapun, dengan sebuah kesempurnaan yang di berikan Tuhan kepada manusia yaitu dengan berkat akal dan pikiran manusia, mereka mampu menjalani kehidupan ini dengan layak, dan mampu memenuhi setiap kebutuhan yang harus terpenuhi, sepert sandang, pangan, yang layak, hal itu berkat anugrah fisik yang sempurna, akal yang sempurna, mereka melakukan aktivitas di atas bumi ini tanpa henti, dengan tujuan dan keinginan pribadinya masing-masing, untuk itu manusia dapat melakukan apapun dan menciptakan suatu apapun dengan hadirnya sebuah kemauan untuk mewujudkan segala keinginannya itu, dan terkadang seseorang tidak mampu mengenali potensi pada dirinya, akibat timbulnya keraguan dalam sesuatu hal yang ada pada dirinya, dan akan hal yang ada di depannya, pada saat itulah banyak manusia yang kehilangan arah dan menjalani kehidupan tanpa ada rasa semangat, dan berputus asa,
    sebelumnya kita harus tahu apa yang di maksud dengan potensi ini, potensi bisa di artikan dengan sebuah kemungkinan yang bisa terjadi dan di alami oleh seseorang atau makhluk yang ada, dan kemungkinan itu belum terjadi. namun bisa di usahakan untuk bisa terwujud.

    Dan hal yang dapat menutup sebuah kemungkinan ini adalah salah satunya rasa putus asa, dan rasa rendah diri, keduanya adalah hal yang di larang baik oleh pandangan agama, ataupun pandangan hukum adat, sebab seseorang yang memiliki sifat tersebut akan kehilangan segalanya, segala hal yang positif akan menjauh darinya, terutama jika kita menyandang rasa putus asa atas rohmat Allah, seperti hadirnya seorang pendosa berat yang sudah puluhan tahun berma'siyat, dan dirinya menyimpan kesadaran bahwa dosanya itu sudah tidak dapat lagi untuk di hapus dan di ampuni, maka dirinya menilai bahwa dirinya tidak akan memiliki sebuah kesempatan untuk masuk kedalam surga, dan mendapatkan rohmat Allah, sampai dirinya terus terlarut dalam perbuatan yang sama hingga dirinya menginjak penghujung usia, padahal potensi dirinya untuk mendapat rohmat dan ampunan dari Allah sangat besar sekali, asalkan nyawa masih ada di dalam badannya, namun di sebabkan dirinya menyimpan keputus asaan dalam hatinya, akhirnya dirinya tidak sadar akan potensi tersebut dan malah membiarkan diri terjauh dari rohmat Allah, itulah sebab mengapa keputus asaan ini sangatlah di larang, 
     Di atas adalah contoh penghambat seseorang mengenali potensi diri dalam pandangan islam, begitupun banyak hal yang bisa kita kiyaskan, atau samakan pada seluruh aspek hidup manusia, yang di penuhi dengan lika-liku kehidupan, untuk seorang pelajar misalnya yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan otak dalam menerima informasi, atau sulit dalam menghapal dan sebagainya, apabila dirinya menyimpan rasa keputus asaan, maka sudah pasti dirinya akan semakin jauh dari sebuah potensi bahwa dirinya pun pada hakikatnya sama memiliki potensi menjadi orang yang pintar dan cerdas, di sebabkan rasa keputus asaan yang di pelihara dalam hatinya, timbul sebuah asumsi bahwa dirinya tidak di takdirkan untuk menjadi seorang pelajar yang sukses, dan pada akhirnya dirinya berhenti untuk belajar, di sanalah akibat dari rasa keputus asaan dalam diri, maka untuk kita agar lebih mudah dalam membaca potensi dalam diri, kita harus memelihara rasa percaya diri, dan tidak pernah menyerah dalam menjalani kesulitan apapun, maka jika hal itu sudah di terapkan pada diri kita, pada masa mendatang potensi atau kemungkinan yang kita inginkan, akan terbuka dengan lebar, dan bahkan hal yang kita anggap mustahil sekalipun akan bisa kita genggam.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)