Sebagaimana hal yang sempat viral beberapa waktu lalu, yaitu ada sebuah kejadian yang melibatkan sesosok ulama yang telah termashur, yang mengolok-olok seorang pedagang es teh dengan ucapan yang tidak pantas, maka perbuatan tersebut sontak menyita banyak sekali perhatian masyarakat di indonesia, dengan sebuah penilaian negatif terhadap pihak yang bersangkutan, dan banyak sudah sebuah postingan yang di sebarkan dan menjadi booming, di hampir seluruh jenis media sosial, baik instagram, facebook, tweeter, dan youtube, dan itu adalah sebuah bukti nyata bahwa akhlak dan perilaku manusia yang akan menentukan sebuah kemuliaan pada dirinya, yang menentukan itu bukanlah harta yang melimpah, dan ilmu yang tinggi, tetapi adab dan perilaku seseoranglah yang akan menjadi penilaian utama dalam kehidupan ini,
Dan ada pula sebuah contoh besar di zaman dahulu, yaitu di saat sebelum manusia berkembang biak, yaitu ketika Nabi Adam di ciptakan oleh Allah Swt, dan Allah memerintahkan kepada seluruh malaikat termasuk iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam, namun ketika itu iblis malah menolak untuk patuh atas perintah Allah, penolakan itu di sebabkan rasa sombong yang ada pada dirinya, yang telah menghilangkan rasa hormat terhadap perintah Tuhannya, hingga pada akhirnya derajat iblis jatuh sejatuh-jatuhnya akibat ketidak hormatannya terhadap perintah Allah Swt, dan sampai saat ini, Iblis enggan untuk bertaubat, malah dirinya memutuskan untuk menjadi musuh terbesar bagi keturunan Nabi Adam As, dan berikut memusuhi tuhannya sendiri, itulah mengapa kita harus mengutamakan adab dari pada ilmu, karena banyaknya ilmu belum tentu mampu mengangkat derajat manusia, namun dengan adanya adab, seseorang akan mendapat derajat di sisi manusia, dan akan memperoleh kemuliaan ilmu, di hadapan seluruh makhluk dan tuhannya.
Dan bagi seorang penuntut ilmu yang senantiasa menyibukan diri dalam mencari ilmu, hal ini haruslah lebih mendapat perhatian lebih, karena terkadang banyak yang belum memahami seputar betapa pentingnya kita mempelajari adab-adaban dalam segala hal yang kita kerjakan sehari-hari, apalagi seorang penuntut ilmu, dirinya akan sukses dalam belajarnya itu, jika dirinya dalam menuntut ilmu mengetahui tentang bagaimana cara agar dirinya mudah dan mendapatkan keberkahan dari ilmu yang ia pelajari, dan pada banyak kasus yang terjadi, banyak para penuntut ilmu yang lupa bahwa dirinya di masa depan kelak akan mendapatkan nasib baik dan buruk di tetntukan oleh bagaimana prilakunya ketika berada di pondok, terutama bagaimana dirinya berprilaku dalam menjalani aktivitas di pondok, dan di era modern ini, telah banyak para santri yang malah tidak mengindahkan prilakunya, bahkan meski terhadap gurunya sendiri, yang di jadikan sebagai tempat menimba ilmu, dirinya malah menyepelekan keberadaan gurunya sendiri, dan tidak mau menghormati keberadaannya, sampai perasaan gurunya tidak terima dengan perlakuan buruk dari para santrinya sendiri, dan pada akhirnya mereka yang berlama-lama diam di pondok dengan tujuan ingin memperoleh keberkahan ilmu, malah di jauhkan dari keberkahan ilmu itu sendiri, sebab guru yang mereka jadikan tempat menimba ilmu tidak meridhoi keberadaannya ketika mondok, namun malah tidak suka atas sosok muridnya sendiri, dan bahkan benci terhadap santrinya sendiri, Nauszubillahimindzalik.
Maka bagi siapapun itu di manapun itu, jalan kesuksesan yang hakiki pada dasarnya adalah akhlak yang baik, Akhlak ini adalah modal dalam kesuksesan pada diri kita sendiri, akhlak ini mencakup tentang bagaimana cara kita dalam menggunakan seluruh potensi yang terdapat dalam diri, sebagaimana di dalam Al-qur an juga telah di terangkan bahwa Allah tidak akan mengubah takdir sebuah kaum sebelum mereka ingin mengubah dirinya sendiri, dan jika di terapkan pada sosok santri yang tengah menuntut ilmu, Allah tidak akan mengubah nasib dirinya kelak, jika di saat ia mondok tidak ingin mengubah adab dan prilakunya ketika mondok, terkhusus bagaimana caranya dalam memperlakukan ilmu dan gurunya.

