Pada kenyataannya, otak manusia yang normal dan sehat, akan sanggup di gunakan dalam mengingat kalimat-kalimat tertentu dalam jangka waktu maksimal 2 jam saja, dan pada waktu selanjutnya otak kita akan kelelahan, dan tidak akan sanggup untuk menampung informasi lebih banyak, dan otak ini akan kembali berjalan efektif , apabila dia di istirahatkan terlebih dahulu, sebab dengan adanya keterbatasan kemampuan otak itulah, manusia di haruskan untuk senantiasa membagi waktu dalam menghapal. lalu usia berapakah manusia masih sanggup untuk menghapal?, tentu saja saat usia yang masih muda otak akan sangat baik jika gunakan dalam menghapal, hal itu di sebabkan otak di usia muda belum terkontaminasi oleh berbagai ingatan yang datang dari luar, dan keadaan anak-anak muda ini yang belum terkotori oleh dosa dan maksiyat, sehingga kegiatan hapalannya akan mudah di laksanakan dengan maksimal, dan dengan catatan metode yang di terapkannya pun efisien dan tepat sasaran, di mulai usia anak 2 tahun lah manusia sudah mampu menyimpan informasi yang ia dapatkan, dan akan dengan mudah terekam di dalam otaknya, dan ingatan yang paling kuat itu tercipta di usia tersebut, hingga kelak ia mencapai usia baligh, jika telah lewat dari usia baligh dia akan sedikit kesulitan dalam hapalan ini, karena mungkin telah timbulnya hormon-hormon tertentu dalam tubuhnya yang berakibat pada rangsangan-rangsangan yang mendorong dirinya untuk melakukan hal-hal yang negatif,
Dan tidak hanya itu, lingkungan sekitarpun akan dapat berpengaruh dalam kecepatan menghapal ini, seseorang yang menghapal di tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian akan lebih cepat bila di bandingkan dengan seseorang yang menghapal di tengah keramaian, kapan dan dimanakah kesunyian itu berada?, jika melihat sebuah tempat, tentunya carilah tempat dengan suasana yang jauh dari keramaian, seperti misalnya di pesawahan, di tempat ziaroh atau makom, di dalam mesjid, atau jika melihat keadaan waktu, pilihlah waktu di mana orang-orang tengah berhenti beraktivitas, seeprti saat setelah larut malam, atau saat terbangun dari tidur di jam 03 pagi, dan lainnya. dan untuk waktu yang paling baik dalam menghapal ini tentunya di saat pagi hari, karena otak kita belum terpengaruh oleh berbagai pikiran-pikiran yang bermacam-macam,
Selain itu, kita juga harus mampu menjaga suasana hati, karena suasana hati yang baik adalah saat kita mengalami sebuah kebahagiaan, atau bahkan kekosongan, asalkan kita tidak mengalami sebuah kegundahan dan kecemasan, karena kedua perasaan tersebut yang akan sangat mengganggu konsentrasi pikiran kita, lalu jika kita tidak mampu untuk mengendalikan pikiran dan perasaan sendiri, langkah awal dalam menanganinya adalah cobalah berkumpul dengan anak-anak yang masih senang bermain dengan ceria, dan hilangkanlah kepenatan itu dengan cara bercanda, bergurau dengan mereka, agar terlepaslah segala beban pikiran yang ada, atau bisa dengan cara memperbanyak membaca Alqur an beserta memahami ma'na dari apa yang kita baca, dengan itu pasti pikiran dan suasana hati kita akan kembali menjadi positif,

.webp)