Maka dari itu dengan terjadinya sebuah penomena seperti hal tadi, diri kita selaku manusia terkhususnya sosok santri, harus mempunyai tingkat keimanan yang tinggi, sebab kema'siyatan ini akan berpengaruh bagi kelangsungannya dalam menjalankan aktivitas dalam menuntut ilmu agama, sebagaimana di terangkan dalam sebuah keterangan yang di riwayatkan dari imam syafi i', bahwa beliau pernah meminta pendapat kepada gurunya, bahwa beliau merasa kekurangan dalam segi hapalan,
sakautu ila waqi a' su a hifdzi * fa arsadani ila tarqil ma a'si
Yang artinya menerangkan bahwa pengakuan imam syafi i' kepada imam waqi' sebagai gurunya bahwa beliau merasa sulit dalam menghapal, padahal beliau adalah sosok yang ketika umur 7 tahun sudah menghapal Al-qur an dan ketika umur 15 tahun telah menghapal hadits muwat ho, dan sebagai jawaban dari pengaduan beliau imam waqi' sebagai gurunya mengungkapkan bahwa beliau hendaknya bersedia untuk meninggalkan kema'siyatan, baik ma'siyat dzohir ataupun ma'siyat bathin, dan dari pada kisah tersebut dapat di ambil sebuah pelajaran, bahwa bagi kita sendiri sebagai santri harus berusaha untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan ma'siyat, dan ma'siyat ini di masa sekarang telah menjadi hal yang lumrah dan wajar, karena saking banyaknya para pelaku yang secara terang-terangan mengerjakan hal-hal yang di larang, terutama bagi kaum wanita yang sudah kita ketahui bahwa mereka adalah sosok yang rentan dalam perbuatan ma'siyat, sebab dirinya sangat banyak hal yang di tidak di perbolehkaan, atau lebih banyak mendapat sebuah larangan, dari cara berpakaian, dan di larang keluar rumah, tanpa di dampingi oleh mahromnya.
Dalam kehidupan modern yang sangat di hiasi dengan berbagai kema'siyatan inilah yang membedakan kita dengan santri yang berada di zaman dahulu ketika belum di temukannya sebuah kemajuan teknologi, marilah kita sedikit untuk mengenal keadaan zaman ini yang semakin kesini semakin aneh dan menangtang, lalu bagaimanakah cara kita menyikapi semua kemajuan teknologi ini,? sebagai manusia yang berakal dan berpengetahuan, kita di tungtut untuk terus mawas diri dan sadar diri, bahwa kita juga yang akan terus berpotensi tinggi dalam pengaruh negatif kemajuan teknologi, dan informasi, jika kita tidak bisa menyaring keadaan tersebut sudah pasti kitalah yang akan di rugikan, cara mudah bagi kita untuk menjaga diri dari pengaruh negatif adanya kemajuan teknologi ini, yaitu kita harus menghindar dari sarana-sarana yang di hadirkan, jika sarana teknologi canggih ini mengandung sesuatu sisi yang negatif di dalamnya, contohnya sebuah ponsel, ponsel adalah salah satu teknologi yang menghadirkan sisi negatif, yaitu hadirnya tontonan yang tidak layak untuk di jadikan tontonan, maka untuk selamat dari pengaruh negatif tersebut kita lebih baik tidak menggunakan ponsel dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam kehidupan modern yang sangat di hiasi dengan berbagai kema'siyatan inilah yang membedakan kita dengan santri yang berada di zaman dahulu ketika belum di temukannya sebuah kemajuan teknologi, marilah kita sedikit untuk mengenal keadaan zaman ini yang semakin kesini semakin aneh dan menangtang, lalu bagaimanakah cara kita menyikapi semua kemajuan teknologi ini,? sebagai manusia yang berakal dan berpengetahuan, kita di tungtut untuk terus mawas diri dan sadar diri, bahwa kita juga yang akan terus berpotensi tinggi dalam pengaruh negatif kemajuan teknologi, dan informasi, jika kita tidak bisa menyaring keadaan tersebut sudah pasti kitalah yang akan di rugikan, cara mudah bagi kita untuk menjaga diri dari pengaruh negatif adanya kemajuan teknologi ini, yaitu kita harus menghindar dari sarana-sarana yang di hadirkan, jika sarana teknologi canggih ini mengandung sesuatu sisi yang negatif di dalamnya, contohnya sebuah ponsel, ponsel adalah salah satu teknologi yang menghadirkan sisi negatif, yaitu hadirnya tontonan yang tidak layak untuk di jadikan tontonan, maka untuk selamat dari pengaruh negatif tersebut kita lebih baik tidak menggunakan ponsel dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

