mari kita simak bersama artikel ini, untuk seseorang yang tengah menempuh perjalanan dalam mencapai sebuah tujuan besar, atau mewujudkan cita-cita yang luhur, pasti akan ada sebuah harga yang harus di bayar dalam mencapai setiap tujuan dan cita-cita yang tinggi, entah itu dengan sebuah kerja keras waktu yang di sibukan, dan jam terbang yang super ketat,
Maka dari itu bagi seorang santri yang juga sama menjalani sebuah perjalanan dalam mencapai cita-cita yang luhur, yaitu ingin memperoleh ilmu yang akan menjadi bekal untuk kehidupannya kelak, dan untuk memperoleh sebuah kemuliaan dunia dan akhirat, akan ada sebuah gangguan yang datang, dan salah satunya akan di tulis dalam artikel ini
Hal yang sering mengganggu perjalanan seorang santri dalam menuntut ilmu adalah timbulnya rasa kagum dan rasa cinta terhadap lawan jenisnya, jika santri putra terhadap santri putri dan santri putri terhadap santri putra, mengapa hal tersebut menjadi sebuah gangguan bagi seorang santri, sudah pasti jika seseorang tengah kasmaran atau jatuh cinta kepada lawan jenisnya, hal itu sudah pasti akan sedikit mengganggu pemikirannya, yang harusnya sosok santri itu di sibukan di fokuskan dengan memikirkan sebuah pelajaran atau materi yang di ajarkan oleh para gurunya, namun ketika dirinya tengah kasmaran, pikirannya akan terus di sibukan dengan membayangkan wajah sosok pujaannya tersebut, bahkan bisa saja berhalusinasi, dan membayangkan hal yang negatif, dan sudah tentu hal tersebut sangat di sayangkan, karena waktunya akan terus terbuang sia-sia dengan pikiran-pikiran yang hanya akan merusak otak dan hatinya, dan bahkan akan membuat otaknya sulit untuk menerima cahaya yaitu ilmu yang selama ini ia pelajari,. dalam kata lain dirinya akan sulit untuk menyerap setiap pelajaran yang di terima, ibaratnya seperti sebuah air yang di teteskan di atas daun talas, tidak akan membekas, maka dari itu bagi sosok santri yang mengaku dirinya menyayangi diri sendiri, dan kedua orang tuanya, dirinya akan senantiasa menjaga diri agar tidak terjerumus kedalam hal itu, atau menunda setiap keinginannya dalam mengenal lawan jenis, dan menjauhkan diri dari menaruh perasaan cinta terhadap lawan jenisnya,
Juga tidak kalah penting untuk di sadari, bahwa sosok santri akan terganggu dalam proses perjalanannya dalam menuntut ilmu, yaitu ketika ia memiliki pandangan buruk terhadap gurunya sendiri, mengapa demikian, sebab dalam sebuah penelitian kita akan lebih mudah dalam menyerap dan menyimpan setiap perkataan dan percontohan dari luar jika hal tersebut bersumber dari sosok yang kita percayai yang kita yakini kebenarannya, dan kemuliaannya, dan begitupun sebaliknya kita akan senantiasa menolak setiap ucapan dan percontohan dari lingkungan sekitar apabila hal tersebut keluar atau di dapatkan dari sosok yang di benci, dan di anggap rendah dan sepele, atau tidak kita percayai, dan bahkan di hinakan,.
Sedangkan keberadaan sosok santri yang dirinya tengah mencari ilmu pengetahuan dari seorang guru yang bersedia mengajarkannya, ketika dirinya memandang gurunya dengan pandangan yang hina maka seolah-olah dirinya akan terus menolak setiap ilmu dan pelajaran yang di sampaikan gurunya tersebut, maka dari itu berhati-hatilah dalam memandang sosok guru, jika beliau adalah orang yang senantiasa mengajarkan kebaikan terhadap kita.

