Sebagai manusia yang akan terus bersosialisasi, kita patut sadar bahwa mau tidak mau kita akan di hadapkan pada sebuah persaingan, meski kita tidak mau bersaing, kita akan terus mendapat tantangan meski kita tidak mau di tantang, dan kita akan terus mendapat desakan, meski kita selalu ingin berada dalam ketenangan, karena hukum alam akan mengalir dengan sendirinya, tidak bisa di reka- reka, tidak bisa di ubah sesuai kemauan manusia, karena yang mengatur dan memainkan setiap alur cerita kehidupan ini adalah yang maha menciptakan kehidupan, yaitu Allah yang maha Esa, maka sebab itulah manusia harus terus memperdalam pengetahuan, dan memperluas pemahaman diri, guna di jadikan sebagai senjata saat menghadapi berbagai hal yang telah di sebutkan di atas, dan semoga kita termasuk orang-orang yang tidak pernah merasa puas akan ilmu pengetahuan, meski umur sudah tua, meski gelar sudah S2, meski orang-orang telah banyak belajar kepada kita, meski seluruh buku sudah kita baca, meski guru yang kita datangi beratus-ratus jumlahnya, sebab ilmu tidak akan pernah ada habisnya, meski air laut di jadikan tinta dan seluruh kayu yang ada di bumi di jadikan sebagai penanya, maka tidak akan pernah cukup untuk menuliskan ilmu pengetahuan yang ada, lalu bagaimana kita bisa merasa cukup dengan ilmu ini yang hanya sedikit, yang tidak sama bila di bandingkan dengan setetes airpun.
Itulah alasan mengapa hidup tidak akan pernah puas dengan ilmu pengetahuan, maka di wajibkanlah oleh sosok Rasulullah bahwa menuntut ilmu itu di wajibkan dari semenjak kita di lahirkan sampai kita masuk kedalam liang lahad.

