Cara mengontrol emosi

Nurul Huda Media
0
    Emosi adalah suatu keadaan perasaan dalam diri manusia yang menimbulkan rasa kacau, gundah, dan resah, atau gembira, emosi adalah perasaan yang cendrung pada hal yang sulit di kendalikan, karena hal itulah banyak manusia yang sulit menghindar dari berbagai pengaruh buruk yang di lahirkan atas ketidak mampuannya dalam mengendalikan emosi jiwa, dan pada dasarnya kita tahu segala sesuatu yang menjadi kemampuan dalam diri manusia terlahir dari latihan yang panjang, dan dari siklus yang berulang, begitupun manusia dalam mengontrol sebuah keadaan emosi, dirinya harus mengalami berbagai latihan dalam mengontrol emosinya, 

    Lalu dengan apakah seseorang mampu mendapatkan latihan itu, yang paling berperan dalam melatih emosi manusia adalah pergaulan, semakin banyak kita bergaul dengan manusia, maka akan semakin banyak perlakuan yang berbeda yang kita dapatkan dari orang-orang, dan hal itu yang akan memengaruhi perasaan dan berubahnya siklus emosi dalam diri, dan pada kesempatan tersebut, manusia seketika akan meluapkan emosi yang tercipta dalam dirinya, dan emosi yang di ekspresikan tersebut akan menimbulkan respon dari orang lain di sekelilingnya, entah sebuah respon yang positif, ataupun respon yang negatif, di saat ia tahu atas respon dari orang lain, maka niscaya dirinya akan tahu tentang apa akibat yang akan di peroleh jika kita mengekspresikan emosi tertentu, dan pada akhirnya dirinya akan belajar dari setiap pengalaman yang ia dapatkan, dan pada momen-momen selanjutnya, ia akan mampu untuk berpikir terlebih dahulu ketika di landa keadaan emosi tertentu, apakah ia akan mengekspresikannya, ataukah tidak sama sekali, dan ketika dirinya tahu akan sebuah konsekuensi tersebut, sudah pasti pada akhirnya dirinya tidak akan secara leluasa mengekspresikan setiap emosi dalam dirinya, karena dirinya telah tahu akan hal apa yang akan menjadi respon yang di di dapat dari orang lain,
    Dan semakin seringnya seseorang memperoleh sebuah respon dari orang-orang di sekitar, maka dirinya akan sanggup menentukan emosi apa yang patut  untuk di ekspresikan di saat berada di dalam perkumpulan, dan emosi mana yang boleh di ekspresikan ketika tengah sendirian, itulah latihan panjang yang dapat di jalani oleh seseorang ketika dirinya ingin menjadi seseorang yang sanggup mengontrol sebuah emosi, jadi seseorang yang di kenal dengan kesabarannya, di kenal dengan kebahagiaannya, di kenal dengan emosionalnya, di kenal dengan tabahnya, di kenal dengan cengengnya, di kenal dengan pemarahnya, itu di tentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengontrol dan menyaring setiap emosi yang timbul dari dalam diri, di sebutlah orang-orang yang memiliki kekuatan dalam mengontrol emosi ini sebagai orang yang cerdas dalam emosional, karena manusia dalam hal emosi ini  adalah sama, yang membedakan di antara mereka hanyalah kemampuan dalam berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, dan kemampuan mereka dalam mengatur setiap hal yang terkait dalam jiwa dan raganya, seorang penyabar belum tentu dirinya tidak pernah mengalami kemarahan, namun dirinya memiliki kemampuan untuk menahan amarahnya, sampai rasa marahnya itu tidak pernah di ketahui oleh orang lain, dan seorang yang selalu terlihat bahagia, bukan berarti dirinya tidak mengalami sebuah kesedihan, tetapi dirinya mampu memilih perasaan yang paling sering ia perlihatkan kepada orang lain untuk menyembunyikan setiap kesedihan yang di alami, maka perasaan gembira atau ekspresi gembira yang sering mereka perlihatkan, maka di kenallah dirinya sebagai orang yang selalu bahagia, dan begitupan orang yang sering kali terlihat marah-marah, hal itu sebenarnya sebuah bukti akan ketidak mampuan dirinya dalam mengontrol emosi dalam diri, dan setiap apapun emosi yang sifatnya negatif, seperti marah, sedih, kecewa,dan gundah, adalah hal yang tidak patut untuk di konsumsi oleh publik, yang semua itu adalah yang perlu kita kontrol, sebab emosi tersebut akan menularkan hal yang negatif pula, atau memengaruhi emosi orang lain di sekitarnya, dan akan berubah menjadi sama, atau tertular.
     Begitupun sebagai suatu alasan kita tidak boleh memperlihatkan emosi yang negatif, saat kita meluapkan kekesalan atau amarah, pasti kata-kata kotor akan keluar dari mulut kita, sehingga, ucapan yang kita keluarkan akan melukai hati orang lain, dan pada akhirnya kita akan di jauhi atau bahkan di benci keberadaannya oleh lingkungan sekitar, dan ketika kita sering meluapkan kesedihan, pasti keluhan-keluhan akan terus keluar dari mulut kita sehingga hal itu menyebabkan orang lain merasa iba, dan terbawa perasaan sedih, yang pada akhirnya hilanglah semangat dalam menjalani hidup, karena secara tidak langsung ucapan yang merupakan keluhan-keluhan dalam diri akan memengaruhi otak dan fikiran kita dan orang lain, dan akan menurunkan vibrasi otak kita, dan kebanyakan akan menciptakan sikap rendah diri, dan keputus asaan, berbeda dengan emosi yang positif, ketika emosi tersebut di luapkan, maka akan menularkan vibrasi positif pada diri orang lain, asalkan kegembiraan yang kita luapkan bukan atas motif sebuah penderitaan yang di alami oleh orang lain, jika demikian, itulah salah satu kegembiraan yang negatif dan akan menularkan hal negatif pula terhadap orang lain. 
    Jadi setiap emosi yang ada, adalah hal yang mampu kita pelajari dengan mandiri, tentang respon apa yang akan kita dapatkan dari orang lain, pengaruhnya bagi kejiwaan dan keadaan mental, juga sebutan atau gelar yang akan melekat pada diri kita, atas emosi yang sering kita perlihatkan, jika kita telah sanggup mengenalinya, di sanalah kita akan mampu lebih dewasa, dan sanggup mengontrol emosi kita sendiri, baik saat di keramaian, maupun saat sendirian.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)