Ada sebuah pepatah mengatakan, jika seekor anjing mati, maka dirinya akan belatungan, tetapi manusia ketika mati dia akan balitungan, kata balitungan tersebut adalah bentuk kosakata bahasa sunda yang memiliki arti, pertanggung jawaban, maka dari itu manusia harus tahu atas setiap aturan yang berlaku pada dirinya ketika berjalan di atas bumi menjalani hidup, karena ada sebuah konsekuensi yang tidak bisa di hindari oleh setiap insan, meski dirinya bodoh sekalipun, alias tidak tahu bahwa dirinya telah melanggar sebuah aturan yang seharusnya iya patuhi, itulah mengapa kita di tungtut untuk selalu menungtut ilmu atau mencari ilmu pengetahuan tanpa batas, terkhusus mempelajari ilmu seputar pengetahuan apa sajakah aturan yang di berikan oleh sang pencipta terhadap kita selaku yang di ciptakan,
Mungkin saja kita tidak sadar akan hal ini, bahwa kita di haruskan untuk mencari pengetahuan ilmu agama, padahal ilmu agama ini sangat penting bagi seluruh makhluk agar dirinya menjadi makhluk yang terselamatkan ketika hidup di dunia dan hidup kelak di akhirat, karena dalam keyakinan agama islam yang mulia ini, manusia akan menjalani dua kehidupan, yaitu hidup yang tengah di jalani yaitu ketika ada di alam dunia, dan hidup kedua yaitu hidup setelah mati, atau kehidupan di alam akhirat, maka dalam mengingat atas hal ini, kita harus menyadari kitapun akan mengalami kehidupan kedua ini, dan kita sudah pasti akan mengalami kematian, lalu setiap nasib yang kita terima nanti dalam menjalani kehidupn kedua di akhirat kelak bisa di tentukan oleh keadaan kita ketika menjalani hidup saat ini di dunia, lalu apa yang menentukan kebaikan yang akan di peroleh kelak setelah mati, tentu jawabannya adalah amal perbuatan kita,untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan di akhirat, maka hal yang perlu di perhatikan adalah setiap perbuatan kita, harus senantiasa berpegang teguh pada kebenaran, dan senantiasa patuh terhadap aturan dan norma-norma agama, utamanya dalam ajaran islam ini,
Dan untuk mengetahui setiap norma-norma agama yang ada, tentunya kita perlu untuk mencari pengetahuan itu yaitu dengan cara mendatangi setiap tempat yang di sana di hadirkan sebuah pembelajaran seputar agama islam, yaitu salah satunya dengan pergi ke sebuah pondok pesantren, atau lembaga pendidikan islam, karena hanya di sanalah di hadirkan berbagai pelajaran, dan materi yang membahas penjelasan agama, terutama bagi anak-anak yang masih berada di usia muda, dan masih jernih dalam pemikiran dan jernih dalam kebatinan, belum terkotori oleh perbuatan dosa, usia mereka menjadi sebuah aset berharga dalam membentuk generasi muda menjadi generasi yang sepiritual dan bermanfaat, bagi dirinya sendiri dan keluarga, karena sosok anak yang beranjak dewasa, dalam proses pendewasaannya akan menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh buruk dari lingkungan, dan untuk memebekali dirinya agar sanggup melewati setiap cobaan dan rintangan dari luar yang akan dia hadapi adalah pemahaman dan pengetahuan, terutama dalam segi agama, karena telah banyak di zaman sekarang ini para anak-anak muda yang terjerumus kedalam pergaulan yang bebas, yang mana hal itu di sebabkan oleh kurangnya pembekalan diri mereka dengan ilmu agama, sehingga saat mereka dewasa, mereka akan terus terlarut dalam kebebasan dan lupa atas tujuan hidup mereka di ciptakan, dan lupa terhadap tuhannya, dan hal tersebut tentunya tidak hanya berpengaruh terhadap dirinya sendiri, tetapi akan berpengaruh buruk bagi kehidupan kedua orang tuanya, juga orang-orang di sekitarnya,
Terkhusus bagi orang tua yang memiliki tanggung jawab terhadap anaknya yang akan memberatkan di dunia dan akhirat, karena seorang anak merupakan sebuah amanah yang di titipkan oleh Tuhan, dan sebuah amanah akan mendapat sebuah pertanggung jawaban kelak, maka dari itu jika seorang anak di penuhi setiap hak dan kewajibannya untuk di nafkahi, di rawat dan di didik dengan nafkah yang cukup juga pendidikan yang baik, tentu itu sebuah tanda nahwa kita sebagai orang yang mengemban amanah telah lulus dan berhasil dalam menjalankan sebuah kepercayaan, namun sebaliknya jika kita tidak memperlakukan sebuah titpan dengan kebaikan, tentunya hal buruk akan menjadi balasan bagi kita.
Mungkin itulah sebuah alasan mengapa kita sangat di anjurkan untuk memasukan anak-anak kita kedalam pondok pesantren, hal itu demi keselamatan diri kita selaku orang tua, juga demi keselamatan anak-anak kita di dunia dan akhirat.

