Setiap santri tidak di tungtut untuk menjadi seorang ustadz

Nurul Huda Media
0
 

    Mengenali sebuah potensi yang ada dalam diri setiap manusia, adalah hal yang penting agar kita tidak salah dalam menyalurkan setiap bakat yang di miliki oleh seseorang, begitupun kita harus tahu tentang potensi diri kita sendiri, agar kita tidak salah dalam mengambil langkah ke depan, tentang apa yang mampu kita kerjakan dan apa yang bisa kita wujudkan, seorang santri yang menjalani sebuah kegiatan belajar dan mempelajari ilmu pengetahuan, dirinya mempunyai sebuah potensi dalam hal keagamaan dan pendidikan, juga akan mengantarkan mereka untuk menjadi seorang da i' atau penceramah. 
    Tetapi hal tersebut tidak kami tekankan kepada setiap pelajar di pondok, pada pelaksanaannya kita dalam mendidik para santri yaitu agar mereka menjalani setiap aktivitasnya di pondok hanya untuk mencari ridho Allah, dan menghilangkan kebodohan pada diri sendiri, bukan dengan menuntut ilmu agama bertujuan untuk memperoleh sebuah kemulyaan di sisi manusia, atau bahkan agar menjadi seorang da i' kondang, dan agar mudah dalam mencari pundi-pundi rupiah, dan memiliki banyak pengikut, hal itu kami tekankan karena niat yang baik pasti akan memperoleh hasil akhir yang baik, begitulah kami menekankan supaya para santri berusaha untuk belajar menjadi sosok manusia yang berhati murni dan senantiasa ikhlas dalam beramal, maka dari itu kita selaku santri tidak mendapat sebuah jaminan bahwa ketika nanti berhenti mondok dan kembali ke kampung halaman akan menjadi sosok penceramah, atau mubaligh, tetapi nasib seorang santri adalah hal yang sudah di tentukan oleh yang maha kuasa, baik atau buruknya nasib manusia sudah ada yang menentukan, terkadang kita mendapati ada seorang santri yang lulus dari pondok tetapi tidak memiliki pondok ataupun tidak memiliki santri hal itu adalah hal yang wajar, dan di antara lulusan pesantren terkadang ada yang menjadi seorang pengusaha, dan bergelut di bidang usaha, dan sibuk dalam pekerjaan yang mereka sukai, hal itu bukan hal yang perlu di pertanyakan, karena kita sebagai lembaga pesantren tidak memberi jaminan bahwa semua lulusannya akan menjadi seorang kiyai, tetapi semua itu di tentukan oleh usaha dan kegigihan dirinya sendiri ketika tengah berada di pondok, dan yang paling utama adalah kehendak Allah Swt
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)