Ujian bagi seseorang yang hidup di atas jalan kebenaran

Nurul Huda Media
0
    Ajaran islam adalah sebuah norma-norma yang mengatur jalan kehidupan manusia, agar kehidupannya senantiasa aman damai, dan terhindar dari konflik dan perpecahan, maka banyak di antara ajaran islam itu menerangkan bagaimana cara kita dalam melakukan hubungan sosial, dan bagaimana memberikan sebuah hukuman terhadap sebuah pelanggaran atau kejahatan yang di perbuat, dan tugas dalam menegakan aturan islam ini tidak di bebankan kepada perorangan, melainkan semua manusia yang mengaku sebagai umat muslim dan beriman, juga telah mencapai usia baligh, dirinya harus bersedia untuk menerapkan setiap ajaran islam yang mulia ini, dan untuk mereka yang lebih mengerti dan berpengetahuan lebih luas seputar hukum-hukum dan ajaran islam ini harus lebih memegang teguh ajaran yang mereka ketahui, 
    Salah satunya yang di pandang memiliki tanggung jawab dan kewajiban menerapkan ajaran islam ini adalah sosok kiyai atau ustadz, sebab selain mereka wajib mengaflikasikan ilmu yang ia miliki, merekapun wajib mengajarkan ilmu mereka kepada yang belum mengetahui seputar ilmu pengetahuan agama ini, dan dalam mengajarkan agama yang bersifat sakral ini, pasti tidak semuanya akan berjalan dengan lancar, dan mulus saja, akan di dapati berbagai rintangan dan halangan yang di terima oleh mereka yang berjuang dalam menyebarkan ajaran islam ini, karena mereka akan berhadapan dengan syaiton dan iblis yang akan terus menghalangi jalan dalam dakwah islam ini, maka bagi mereka yang ingin menjadi sosok pendakwah, mereka harus siap untuk menghadapi segala apapun resiko yang akan ia dapatkan, dan hal ini sesuai dengan sebuah pengalaman yang di hadapi oleh seseorang yang pernah berjalan dalam jalan berdakwah, sebelumnya harus kita ingat, berdakwah bukan berarti kita melakukannya dengan cara tampil dari panggung ke atas panggung, atau yang sering kali kita sebut menjadi seorang da i' kondang, tetapi dakwah ini artinya mengajak, dan kata mengajak ini di kaitkan dengan agama islam maka yang di maksud dengan dakwah ini yaitu mengajak pada ajaran islam yang benar, 

    dan ketika kita memutuskan diri untuk selalu menjadi seorang pendakwah, sebelumnya kita harus sadar bahwa akan ada sebuah cobaan dan rintangan yang akan di hadapi, dan salah satunya adalah sebagai berikut :

1. Di benci
    Ajaran islam ini akan senantiasa mengarahkan kita pada kebenaran, dan sebuah kebenaran adalah hal yang terkadang berlawanan dengan kesenangan dan kebebasan, dan ketika sebuah kebenaran kita sampaikan kepada para penikmat kebebasan dan kesenangan duniawi, sudah pasti ajaran yang kita sampaikan tidak akan di terima begitu saja, karena hal yang kita sampaikan sama saja memaksa para penikmat kesenangan dunia ini untuk meninggalkan kebiasaan yang telah mendarah daging pada dirinya, dan aktivitas itu jika di paksakan akan menimbulkan sebuah protes dan perlawanan dari pihak-pihak yang terkait, maka dari itu perlu kita sadari bahwa jangan sampai ajaran yang kita bawa malah menciptakan sebuah kegaduhan dan pertengkaran, dalam hal ini kita perlu mencari cara agar ajaran yang kita bawa akan dengan senang hati mereka terima, dan mereka tidak merasa keberatan jika apa yang kita bawa di terapkan dalam lingkungan bermasyarakat, dan kehidupan sosial, meski pada akhirnya menhapus setiap adat istiadat yang sejak dulu turun temurun di laksanakan, oleh orang-orang yang kita dakwahi.

2. Di fitnah
    Jika kebencian tidak bisa kita hindari, karena ada orang-orang yang berkeras hati, dan memiliki ego yang tinggi, tidak mau mengalah dan merasa dirinya memiliki wewenang dan kekuasaan, yang memiliki hak dalam mengatur jalan, dan aturan di wilayah tertentu, maka hal ini tidak bisa kita kontrol, sebab orang-orang semacam ini akan sangat sulit untuk di rubah dan di ajak untuk bernegosiasi, untuk menghadapi orang seperti ini kita akan sedikit kesuliatan dan akan mengharuskan kita untuk mengorbankan segalanya, karena salah satu cara bagi mereka yang memiliki jiwa yang keras ini adalah dengan menyebarkan fitnah, dan fitnah yang ia sebarkan akan menyerang karakter kita, yang bertujuan agar kita menjadi sosok yang di benci oleh orang banyak, dan di jauhi dari pergaulan sekitar atau bahkan di kucilkan oleh banyak orang, maka kita harus siap mengorbankan nama baik kita yang akan tercemar dan di rendahkan, sampai pada akhirnya fakta di balik kebohongan yang mereka sebarkan terbongkar, dan mereka yang menyebarkan fitnah itu terbukti salah.

3. Di uji dengan ekonomi yang sulit
    Seorang pendakwah yang baik tentunya dirinya akan melepaskan diri pada ketergantungan terhadap makhluk, dan salah satu dari ketergantungan itu adalah ketergantungan terhadap harta, harta itu adalah hal yang menjadikan kita lupa terhadap sosok pencipta, dan akan mengalihkan kita dari tujuan hidup yang mulia, yaitu akhirat, maka bagi mereka yang memiliki sedikit ketergantungan dan ke cintaan terhadap dunia, dirinya akan mendapat sebuah ujian dengan sulitnya memenuhi kebutuhan pinansial, karena hal itu bertujuan agar sesorang yang benar-benar mengorbankan jiwa dan raganya atas keridhoan Allah ketika di uji dengan kesulitan apapun dirinya akan tetap berpegang teguh dalam agama, dan tidak meninggalkan ajaran tuhannya, dan jika ia sanggup melepaskan hati dari kecintaan duniawi, maka dirinya di anggap lulus dalam ujian kemelekatan, atau membersihkan hati dari tujuan-tujuan duniawi.

4. Memiliki musuh
    Dalam perjalanannya orang-orang yang memusuhi seorang tokoh agama adalah mereka yang tidak beragama, dan tidak mau hidup dengan agama, atau mereka yang hidup terlarut dalam cinta duniawi, bagi kedua golongan tersebut seorang pendakwah akan mereka jadikan sebagai musuh terbesarnya, sehingga akan banyak sikap yang mencerminkan ketidak serasian, dan akan terus menciptakan penolakan terhadap apapun yang di lakukan, atau di sampaikan, oleh orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh, meskipun hal tersebut bernilai baik dan sesuai dengan norma yang ada sekalipun. 
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)