Keutamaan menjaga ucapan

Nurul Huda Media
0
    Kesadaran manusia untuk menjaga lisan dan ucapan sudah mulai hilang, dan di balik pernyataan itu ada sebuah fakta yang tidak bisa di pungkiri, salah satu dari fakta-fakta yang di temui adalah, bahwa sudah banyak dampak negatif yang di timbulkan karena pengaruh ucapan manusia, banyak kasus kriminal yang tercipta karena ulah mulut seseorang yang tidak mampu menjaga ucapannya, dan akhirnya menciptakan sebuah konflik yang bermacam-macam, banyak pertikaian dan perselisihan yang di tangani oleh pihak-pihak berwajib, seperti adanya kasus pencemaran nama baik, kasus penghinaan, kasus penyebaran hoax, dan kasus KDRT, dan bahkan pembunuhan, itu semua tak sedikit di picu oleh ucapan yang keluar dari mulut orang-orang yang bersangkutan,
 

    Setelah mengenal pengaruh negatif dari sebuah ucapan, akan ada yang harus kita sadari yaitu kita adalah makhluk yang berperasaan, dan perasaan ini dapat di pengaruhi oleh hal-hal yang terjadi dari lingkungan sekitar, maka dari itu lisan adalah hal yang juga dapat memberi pengaruh terhadap kondisi perasaan kita, dan hal itu dapat kita rasakan sendiri, saat ada ucapan-ucapan yang di lontarkan oleh orang lain terhadap kita, entah membuat hati merasa tenang, merasa gundah, merasa sakit, merasa sedih, merasa gembira, merasa malu, merasa kecewa, dan merasa marah, itu pasti dapat kita rasakan, karena kita manusia yang normal yang memiliki hati, dan perasaan, maka kita sendiri yang harus sadar ketika hati kita tidak senang atas suatu ucapan, itu menandakan bahwa ucapan yang kita dengar bukan untuk di perdengarkan kepada orang lain, atau tidak pantas kita utarakan dari mulut kita sendiri, begitulah jika kita merasa senang atas suatu ucapan yang kita dengar, maka kita pun boleh mengeluarkan ucapan tersebut terhadap orang lain.
    Dari seluruh hal yang di sadari tentang pentingnya hal tersebut yaitu menjaga lidah, dunia akan terus di hadirkan pada berbagai problematika yang di awali oleh lisan atau lidah, maka jangan sampai kitalah yang menjadi seorang manusia yang tidak bisa menjaga lisan, kitalah yang lebih tahu tentang kebenaran yang terjadi tentang kehidupan ini, tetapi akan banyak juga di antara mereka yang tidak mau bertaubat atas dosa lisan ini, lisan orang-orang yang memiliki hati yang beku, dan telah mati tidak akan mampu menyadari atas kesalahan yang ia lakukan dengan lisannya, dan ia akan terus merusak setiap hal yang ada di sekitar kita, tidak akan pernah puas dengan ucapan-ucapan buruknya, di awal dirinya suka mengghibah, mencaci, memaki, merendahkan, dan banyak dosa lidah yang mereka jadikan sebagai hal yang biasa. 
   Dari setiap hal itu mungkin yang menjadi sebuah pelajaran penting bagi kita agar tidak termasuk orang-orang yang tidak mampu menjaga lisannya, karena manusia yang akan mendapat ridho dari Allah hanyalah mereka yang bisa menjauhkan diri dari ucapan yang buruk, yaitu dengan lebih memilih diam dari pada banyak berbicara, karena semakin banyak bicara akan semakin banyak pula dosa yang di miliki oleh orang tersebut.
    Tidak hanya lisan yang dapat menjadi sumber dosa bagi kita, di era digital ini lisan sudah dapat di wakili oleh sebuah teknologi yang di gunakan oleh jari jemari kita, yaitu lewat sebuah chating, atau pesan yang kita kirimkan lewat medsos, gadget ini juga tidak terlepas dari perhatian kita, keberadaannya akan senantiasa berpengaruh negatif bagi para penggunanya, maka daripada itu kitapun harus lebih bijak dalam menggunakan teknologi yang ada di genggaman kita.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)