Kitab Asmawi Kalimat Isim

    Setelah di ketahui bahwa kalimat yang tiga tadi memiliki berbagai macam gambaran pembahasan, maka pengarang kitab ini akan melanjutkan pembahasan seputar kalimat tadi dengan pembahasan yang lebih terperinci, untuk pembahasan pertama adalah kalimat isim, 

lafadz Matan :

fal ismu yu'rofu bilkhofdhi, watanwini wadukhulil alifi wallami, wa khurufil khofdhi, wahiya min, wa ila, wa a'n, wa a'la, wa fi, wa rubba, wal ba u, walkhafu, wallamu, wa khurufil qosami, wahiya, al wawu, wal ba u watta u

Arti matan:

maka isim dapat di ketahui perbedaannya dari kalimat yang lainnya, dengan harkat khofad, tanwin, alif lam, dan huruf-huruf khofad, yaitu : min, ila, a'n, a'la, fi, rubba, ba, kaf, lam, dan huruf huruf qosam, yaitu wau, ba, dan ta, 

penjelasan matan :

  1. Kalimat isim

        a. Pengertian Kalimat isim    

 Kalimat isim adalah kalimat yang menunjukan pada arti dirinya sendiri, tanpa di sandingi oleh waktu. atau waktu di sini tidak ada sangkut pautnya dengan kalimat isim, sebagai contoh kata zaidun, (sebuah nama manusia) zaidun adalah satu kata yang menunjukan pada arti seseorang yang khusus, yang tertentu, dan terlihat nyata, sosok manusia yang di beri nama zaid. dan untuk mengetahui apakah perbedaan antara kalimat isim dan kalimat yang lainnya, di sini akan di jelaskan seputar ciri-ciri yang terdapat pada kalimat isim, sebagaimana lafadz matan di atas.

     Sebelumnya akan di singgung terlebih dahulu bentuk kalimat matan di atas, pada pengucapan pal ismu, yang berarti maka yang di namakan kalimat isim, pengucapan di sana ada yang di namakan fha, fasihat, di namakan demikian sebab fha tersebut hadir sebagai bentuk jawaban dari sebuah syarat yang di mukoddar (di sembunyikan) yang apabila di dzohirkan sebagai berikut : idza arodta ma'rifata kullin minal ismi walfi'li fal ismu. artinya jika kamu ingin mengetahui keseluruhan tentang isim, fi i'l dan haraf, maka yang di namakan isim adalah. 

     Dan adapun kata fhal ismu di sana menggunakan alif lam, dan alif lam di sana merupakan alif lam yang di namakan alif lam lil a'hdi dihni, yang berarti lafadz ismu di sana sudah pernah di ceritakan pada pembahasan sebelumnya, yaitu ketika matan menyebutkan "wa aqsamuhu tsalasatun ismun wa fi'lun wa harfun ja a lima'nan" 

           b. Ciri kalimat isim

     Dan untuk mengetahui apakah ciri isim itu? di sini di sebutkan beberapa ciri kalimat isim, dan kalimat isim dapat di bedakan dari kalimah fi i'l dan haraf dengan ciri yang jumlahnya ada 4 yaitu 1-i'rob khofad, 2-tanwin, 3- alif lam, 4- haraf khofad. 

    Sebagai perincian keempat ciri tersebut, akan di bahas di bawah ini :

  •     Khofad

    Pertama ciri isim itu adalah khofad, khopad hanya dapat masuk kedalam kalimah isim, dan yang di maksud khofad ini adalah bahasa atas harkat kasroh dan pengganti dari kasroh, sebagai contoh kalimat isim yang memiliki ciri kasroh seperti pada ucapan bi zaedin, kata bi zaedin merupakan kalimah isim yang di harkati dengan harkat kasroh, atau jeer, maka dirinya sudah jelas status keisimannya berkat adanya kasroh di ujung kalimatnya, dan kasrohnya isim ini memiliki beberapa penyebab dan salah satunya dengan haraf jar, seperti ba sebelum lafad zaed, dan ada pula penyebabnya adalah tabai'yyah alias menurut, seperti pada kata zaidun alfhadhilu, zaid yang unggul, kata al fhadhilu merupakan kalimah isim yang di jeerkan sebab tabai'yyah, karena alfhadilu merupakan sifat dari lafadz zaid, dan adapula yang di jeerkan oleh idhofat seperti pada kata a'bdullohi, di sana kata A'bdulloh merupakan bentuk kalimat isim, sebab terdapat jeer di akhirnya, dan jeernya itu akibat di idhofatkan, dan ada pula ulama yang berpendapat bahwa kalimat isim dapat di jeerkan sebab mujawaroh, atau berdampingan dengan kalimat lain yang di jeerkan, juga ada lagi yang menambahkan dengan tawahum atau ada haraf jar yang di sangka-sangka, 

  •     Tanwin

    Dan ciri isim yang ke dua adalah tanwin, yang di namakan tanwin adalah nun mati yang berupa penambah yang terdapat di akhir kalimat isim, terdapat dalam ucapan, tetapi tidak terlihat di dalam tulisannya, dan tanwin yang menjadi ciri bagi kalimat isim ini terbagi ke dalam 4 bagian, yaitu : 1. tanwin tamkin 2. tanwin tankir 3. tanwin muqhobalah 4. tanwin i'wad. 

Sebelumnya- Lanjut ke Halaman 9

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)