Kitab Asmawi Pembagian I'rob

     Pada contoh di atas adalah contoh kalimat yang tengah di i'robi dengan i'rob lafdzi, dan ada kalimat yang berubah dengan i'rob ma'nawi, yaitu kalimat yang berubah hanya dalam perkiraan saja, seperti pada contoh ja al fata, lafad fata di sana merupakan kalimat yang tengah di i'robkan karena dirinya tengah di datangi oleh a'mil berupa lafadz ja a, namun lafadz fata di isi berubah hanya dalam perkiraannya saja, mengapa demikian? karena lafadz fata merupakan kalimat yang di akhiri dengan haraf alif, yang mana alif merupakan haraf hijaiyyah yang tidak mau menerima harkat selamanya, sebagai mana dalam satu koidah mengatakan, "innal alifa la takbalul harokati abadan" sesungguhnya alif itu tidak menerima harokat selamanya. maka dari itu harkat alif di sana di mukoddar atau di perkirakan saja, dengan alasan ta'adzur, yang artinya sulit, jadi harkat rofa' lafadz fata tidak di hadirkan dalam ucapan. di sebutlah dirinya kalimat yang di i'robi dengan i'rob ma'nawi, dan contoh kedua seperti pada lafadz roaitul fata, lafadz fata di sini juga sama seperti halnya pada contoh tadi yang mana nasab atau fathah pada lafadz fata di mukoddar, dan contoh ketiga yaitu marortu bil fata, lafadz fata tersebut di kasrohkan, namun hanya dalam perkiraannya saja, karena di akhiri dengan alif.

    Lalu setelah kita mengetahui tentang pengertian i'rob dan mengetahui berbagai contohnya, kita akan membahas pada pembagian i'rob

Pembagian i'rob

    Matan kitab :

wa aqsamuhu arba'atun rof'un wanasbun wakhofdun wa jazmun

    Arti matan :

Dan pembagian i'rob itu ada empat yaitu Rofa, Nashob, Khofad, dan Jazem

Penjelasan matan :

    I'rob atau berubahnya akhir kalimat itu terbagi kedalam empat, sebagaimana yang di tuliskan dalam matan kitab, yaitu 

1. i'rob Rofa
2. I'rob Nashob
3. I'rob Khofad
4. I'rob Jazem

Dan keseluruhannya akan di bahas satu persatu, sebagai berikut :

1. I'rob Rofa


     Sebelumnya akan di beri contoh i'rob yang pertama dengan lafadz ja a zaidun yang artinya telah datang zaid, lafadz zaid di sana telah kita ketahui dirinya tengah di i'robi dengan i'rob rofa' atau di harkati dengan harkat dhomah, dan untuk memberi sebuah pengertian dari i'rob rofa' ini, para ulama memberikan dobit yang di sebut i'rob Rofa' ini adalah Taghyiru makhsusun a'lamatuha ad dhomatu wama naba a'nha. yang artinya berubah yang di tentukan yang cirinya adalah dhomah dan pengganti dari dhomah. lalu dalam pembahasan lanjut dari i'rob rofa' ini, para ulama memberikan alasan atau asal usul dari penamaan i'rob pertama ini dengan kata rofa, kata rofa'' di ambil dari kata irtifa' yang artinya naik ke atas, dan di namakan rofa' sebab ketika kita mengucapkan i'rob tersebut, bibir kita akan sontak mengangkat, atau manyun, maka sebab itulah di namai dengan i'rob rofa'. sedangkan cirinya yaitu dhomah, dan asal usul dari penamaan dhomah ini adalah yang mana kata dhomah di ambil dari kata indimam, yang artinya berkumpul, atau bersatu, di katakan dhomah sebab kedua bibir kita merapat dan berkumpul pada saat mengucapkan i'rob tersebut. itulah pembahsan singkat seputar i'rob Rofa.

2. I'rob Nashob

     
    I'rob nashab contohnya pada lafadz roaitu zaidan, pada lafadz zaid di sana merupakan kalimat yang di nashobkan, sebab dirinya di perintah nashob oleh lafad roaitu selaku fi i'l dan fa' i'l, adapun pengertian i'rob Nashob itu adalah "Taghyiru makhsusun a'lamatuha alfathatu wama naba a'nha" yang artinya : berubah yang di tentukan yang cirinya adalah fathah dan pengganti dari fathah. dan pada pembahasan dari asal usul kata Nashob, Nashob di ambi dari kata intisab yang artinya sejajar, di katakan Nashob karena bibir kita akan sejajar saat mengucapkan i'rob ini, dan cirinya yaitu fathah, kata fathah di ambil dari kata infithah yang artinya terbuka, di katakan fathah karena mulut kita akan terbuka saat mengucapkan harkat tersebut.

3. I"rob Khofad

    Contoh dari I'rob Khofad yaitu pada kalimat marortu bi zaidin, yang artinya aku telah melewati zaid, kata zaidin di sana di i'robi oleh i'rob khofad karena di perintah oleh ba selaku a'mil yang memerintah khofad, adapun pengertian dari i'rob khofad ini adalah "Taghyiru makhsusun alamatuha alkasrotu wama naba a'nha", yang artinya berubah yang di tentukan, yang cirinya adalah kasroh dan pengganti dari kasroh.dan Khofad di ambil dari kata inkhofado yang artinya kebawah, atau merendah, i'rob ini di sebut khofad sebab bibir kita akan turun kebawah ketika mengucapkan i'rob ini, sedangkan cirinya yaitu kasroh, dan kata kasroh itu di ambil dari kata inkisar yang artinya pecah, harkat kasroh di sebut demikian, karena bibir kita akan terpecah saat mengucapkan harkat tersebut.

4. I'rob jazem

    Contoh kalimat yang di i'robi oleh i'rob jazem yaitu pada lafadz lam yansur, pada lafad yansur di sini merupakan kalimat yang di i'robi dengan i'rob jazem, karena dirinya di datangi oleh a'mil jawazim yaitu lafadz lam sebelumnya, dan pengertian dari i'rob jazem ini adalah "Taghyiru makhsusun a'lamatuhu assukunu wama naba a'nha". yang artinya berubah yang di tentukan yang cirinya sukun dan pangganti dari sukun, sedangkan kata Jazem ini di ambil dari kata jazmun yang artinya inqitho yaitu terputus, di katakan demikian karena i'rob jazem selalu memutuskan pembacaan kalimat atau ucapan atau menghentikan sebuah ucapan. dan cirinya yaitu sukun, kata sukun ini memiliki arti terdiam atau terhenti, di katakan harkat sukun karena setelah pengucapan harkat ini mulut kita akan terdiam dan terhenti.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)